BANTENRAYA.COM – Walikota Serang Syafrudin mengapresiasi anak-anak santri jebolan Pondok Pesantren Al Islam.
Kompetensi anak-anak santri lulusan Pondok Pesantren Al Islam bisa berbahasa asing.
Apresiasi ini diungkapkan Walikota Serang Syafrudin usai menghadiri acara pelepasan santri Pondok Pesantren Al Islam di Lingkungan Tegal Duren, Kelurahan Cipocok Jaya, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Sabtu 18 Juni 2022.
Syafrudin mengungkapkan, Pondok Pesantren Al Islam berdiri sejak tahun 1999 lalu.
Berkiprah selama 20 tahun, Pondok Pesantren Al Islam sudah banyak mencetak generasi yang unggul untuk Kota Serang.
Baca Juga: Biodata Lengkap Para Pemeran Pertaruhan The Series Lengkap Dengan Akun Instagram
Selain dibekali ilmu Agama Islam, para santri juga dibekali ilmu mata pelajaran umum, termasuk bahasa asing.
“Anak-anak Pondok Pesantren Al Islam ini diajarkan berbahasa Arab, Inggris, dan Jepang, ini luar biasa,” ungkap Syafrudin, kepada Bantenraya.com.
Syafrudin menjelaskan, pondok pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan untuk membentuk karakter anak.
“Ini salah satu pembentukan karakter anak-anak kita, terutama di Pondok Pesantren Al Islam. Disamping punya ilmu dunia juga punya ilmu buat di akhirat,” jelas dia.
Baca Juga: Dua Bobotoh Meninggal Dunia di Pintu U dan V Stadion GBLA
Syafrudin menyebutkan, di Kota Serang terdapat banyak pondok pesantren.
“Ada sekitar 235 pondok pesantren,” sebutnya.
Syafrudin pun mengaku bangga banyak pondok pesantren di Kota Serang, sebab anak-anak jebolan pondok pesantren era sekarang kemampuannya mumpuni.
“Kami atas nama Pemerintah Kota Serang mengapresiasi Pondok Pesantren Al Islam karena selalu berkontribusi untuk masyarakat dan Pemkot Serang,” pungkas dia.
Baca Juga: PO Juragan 99 Terjun ke Dunia AKAP, Hadirkan Bus Mewah Rute Jakarta Malang
Pimpinan Pondok Pesantren Al Islam KH. Enting Abdul Karim menyampaikan lima nasihat untuk para santri yang dilepas hari ini.
Lima nasihat itu, pertama santri harus menjadi pioneer kehidupan Islam di lingkungannya.
Kedua santri harus menggali potensi diri. Karena kadang-kadang tidak sadar dan tidak tahu siapa dirinya.
Ketiga mengembangkan keilmuannya. Ilmu di Pondok Pesantren Al Islam tidak sempurna. Maka harus melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi.
Keempat kalau sudah berjibaku semaksimal mungkin berserah diri kepada Allah.
Baca Juga: Dirut Anak Perusahaan Krakatau Steel Pimpin Paguyuban Warga Banten
Kelima jangan ragu dan jangan bimbang dalam menentukan masa depan. Sebab semua hanya boneka Allah. Allah yang akan menentukan manusia mau jadi apa. ***
















