BANTENRAYA.COM – Ruang isolasi di RSUD Kota Serang penuh dengan pasien tuberkulosis (TBC).
Kondisi tersebut terjadi karena lonjakan pasien TBC menyusul ditemukannya sebanyak 4.343 kasus TBC yang dilakukan oleh tenaga surveilans dan promosi kesehatan (promkes) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang.
Kepastian ruang isolasi penuh pasien TBC disampaikan Direktur RSUD Kota Serang Ahmad Humariyadi yang ditemui di RSUD Kota Serang, Selasa 24 Februari 2026.
Pasien TBC sendiri memerlukan penanganan khusus, mengingat TBC adalah penyakit menular melalui udara yang membutuhkan tekanan negatif.
Direktur RSUD Kota Serang Ahmad Humariyadi mengatakan, ada enam pasien TBC yang membutuhkan isolasi atau rawat inap di RSUD Kota Serang.
“Saat ini sudah ada 6 pasien yang kita rawat diisolasi dan komplikasi. Sifatnya adalah kita menerima rujukan dari semua FKTP (fasilitas kesehatan tingkat pertama) yang ada di Kota Serang,” ujar Humariyadi, kepada Banten Raya.
Ia menjelaskan, enam pasien TBC yang dirawat di RSUD Kota Serang itu berasal dari Kota Serang.
BACA JUGA : Dinas Kesehatan Kota Serang Temukan 4.343 Kasus TBC
“Semuanya dari Kota Serang. Usianya dewasa semua,” ucap dia.
Menurut Humariyadi, enam pasien TBC yang di ruang isolasi mengalami peningkatan dibanding hari biasanya.
“Meningkat. Biasanya kadang 2 sampai 3. Ini full semua,” katanya.
Ia menjelaskan, ruang isolasi di RSUD Kota Serang hanya menyiapkan enam bed.
“Kan kita beda. Dia khusus isolasi. Kita punya isolasi cuma ada 6 bed. Beda dengan rawat inap. Rawat inap secara umum. Kalau ini kan khusus isolasi,” jelas Humariyadi.
Bila ada pasien TBC baru membutuhkan perawatan di ruang isolasi, maka pihaknya akan mengarahkan untuk dirujuk ke rumah sakit lain.
“Ya kita saat ini hanya mampu menampung 6 bed. Paling dirujuk ke rumah sakit yang lain yang ada di Kota Serang,” kata dia.
Humariyadi mengaku pihaknya tidak bisa memprediksi berapa lama pasien TBC dirawat di ruang isolasi.
“Tidak bisa diprediksi. Tergantung nanti progres dari daya tahan pasien tersebut dan sejauh mana komplikasinya,” katanya.
BACA JUGA : Hadapi Ancaman TBC, Pemprov Banten Ajak Masyarakat Bergerak Bersama
Namun, ia memastikan bahwa penanganan setiap pasien TBC sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).
“Penanganan sesuai dengan SOP diisolasi atau dipisah dengan pasien yang lain. Misalnya dirawat, diobatkan sesuai dengan SOP TB, nanti apa komplikasinya itu diobati komplikasinya,” tandas dia. (***)















