BANTENRAYA.COM – Dalam rangka menjaga stabilitas daerah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memastikan pengawasan keamanan dan ketertiban selama Ramadan 2026 tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga dilakukan secara langsung di lapangan.
Wakil Gubernur Banten, A Dimyati Natakusumah, menyampaikan, dirinya akan turun langsung untuk memantau kondisi masyarakat guna menjaga stabilitas selama bulan suci.
Dimyati mengatakan, Bulan Ramadan di Banten merupakan momentum spiritual yang harus dijaga bersama agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk tanpa gangguan.
Oleh karena itu, kehadiran pemerintah daerah dinilai sangat penting, guna melakujan pemantauan langsung, bukan sekadar dalam bentuk kebijakan.
“Kita tidak diam. Kita hadir. Kita akan keliling Banten memastikan stabilitas keamanan selama Ramadan, termasuk melakukan monitor dan tarawih keliling,” ujar Dimyati, Selasa, (17/2/2026).
Ia menjelaskan, pemantauan tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari keamanan lingkungan, ketertiban umum, kebersihan kawasan permukiman, hingga kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah.
BACA JUGA : Sekda Banten Klaim Produktivitas ASN Tak Boleh Kendur Selama Ramadan
Dimyati juga menuturkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan aparat keamanan dan unsur Forkopimda untuk memastikan situasi tetap kondusif.
Salah satu perhatian khusus yang disoroti oleh Dimyati adalah potensi kegiatan balap liar dan aktivitas serupa yang kerap muncul pada malam hari selama Ramadan.
Menurutnya, aktivitas tersebut bukan hanya membahayakan keselamatan pelaku, tetapi juga mengganggu ketertiban umum dan kekhusyukan ibadah.
“Kalau ada yang mengganggu kekhidmatan bulan Ramadan, sampaikan kepada kami. Jangan ada balap-balap liar, ayo kita sambut bulan suci Ramadan ini dengan penuh khidmat dan penuh kasih sayang, saling asih, asuh. Jangan sampai terdengar oleh saya ada keributan, percekcokan, dan pertikaian,” tegasnya.
Lebih lanjut Dimyati menekankan bahwa, partisipasi masyarakat juga turut menjadi kunci dalam menjaga stabilitas daerah. Untuk itu, ia meminta agar warga tidak ragu melaporkan setiap potensi gangguan keamanan agar dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak berwenang.
BACA JUGA : Nahdi Arabian Chicken Buka Kemitraan di Banten, Target Balik Modal Kurang dari 2 Tahun
Selain pengawasan di ruang publik, Pemprov Banten juga mendorong penyesuaian operasional tempat hiburan selama Ramadan. Upaya tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa, sekaligus langkah preventif untuk meminimalisir potensi gangguan sosial.
Menurut Dimyati, pendekatan yang dilakukan pemerintah tidak semata-mata represif, tetapi lebih pada membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga ketertiban selama Ramadan merupakan tanggung jawab bersama.
“Intinya, kita ingin Ramadan berjalan dengN tertib, aman, dan penuh keberkahan,” pungkasnya. (***)















