BANTENRAYA.COM – Kolang-kaling mulai banjiri pasar tradisional di Kota Cilegon jelang bulan suci Ramadan yang sudah didepan mata.
Kolang-kaling sendiri menjadi menu untuk campuran kolak dan minuman segar saat buka puasa.
Kolang-kaling atau biji buah aren sendiri menjadi makanan yang mulai ramai menjelang Ramadan di pasar-pasar tradisional.
BACA JUGA: LDKO SMAN 7 Pandeglang Tekankan Kekompakan dan Karakter Kepemimpinan
Ikrima, salah seorang pedagang Pasar Blok F, Kelurahan Ciwaduk, Kecamatan Cilegon mengatakan, Ia sudah mulai menjual kolang-kaling satu pekan yang lalu.
Dengan berjualan itu, Ia mengaku bisa menambah keuntungan karena komoditas itu sudah banyak dicari warga.
“Ya sudah sepekan lalu saya mengambil barangnya di Pasar Kranggot. Ini karena mulai menjelang Ramadan juga,” katanya, Jumat 13 Februari 2026.
BACA JUGA: Perkuat Kompetensi dan Profesionalisme Penghulu, APRI Provinsi Banten Gelar Bimtek Mandiri
Ikrima menjelaskan, sehari-harinya dirinya menjual buah-buahan dan sayuran. Untuk kolang-kaling sendiri memang biasa dijual saat momen Ramadan saja.
“Sekarang ini juga sudah banyak yang mencari. Puasa namti juga pasti akan lebih banyaj lagi,” ujarnya.
Ikrima mengungkapkan, menjual kolang-kaling dengan harga Rp24 ribu per kilogram. Ia bisa untung hingga Rp500 sampai Rp1.000 per kilogram.
“Per kilo saya jual Rp24 ribu. Kalau hari biasa sebanrnya harganya Rp15 ribu jauh lebih murah. Hanya karena puasa permintaan meningkat makanya harga naik,” ucapnya.
Hal sama diungkapkan Asiah pedagang sayur di Pasar Blok F. Dimana, sekarang menjual kolang-kaling karena momen puasa.
“Jadi memang karena momen juga. Biasanya setiap hari jualan sayuran saja,” paparnya. ***

















