BANTENRAYA.COM, – Warga binaan Rumah Tahanan Negara atau Rutan Kelas IIB Pandeglang, memiliki keterampilan kerajinan tangan berbasis anyaman dari benang wol.
Produk anyaman yang dibuat warga binaan perempuan Rutan Kelas IIB Pandeglang, mulai dari tas, bunga, gantungan kunci, hingga produk lainnya.
Kerajinan tangan yang dibuat warga binaan Rutan Kelas IIB Pandeglang ini bernilai ekonomi yang siap bersaing sebagai produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
BACA JUGA: Persija Jakarta vs Madura United, Ambisi Macan Kemayoran Kembali ke Tren Kemenangan
Kepala Rutan Kelas IIB Pandeglang, Raden Achmad Zaki mengatakan, produk kerajinan anyaman merupakan bentuk pembinaan kemandirian yang diberikan Rutan kepada warga binaan.
“Kita ingin, semua nara pidana memiliki keterampilan. Makanya, selama proses pembuatan keterampilan kerajinan tangan mendapat bimbingan,” kata Zaki, Jumat (23/1).
Menurutnya, produk anyaman yang dibuat warga binaan sangat bagus, bahkan dapat bersaing dengan produk UMKM. Namun hingga saat ini masih terkendala dengan pemasaran.
“Produknya bagus-bagus, seperti tas. Tapi kami terkendala dengan pemasaran. Nanti kita akan coba pasarkan dalam acara car fre day di Alun-alun Pandeglang, semoga banyak yang beli,” terangnya.
Melalui keterampilan tersebut, diharapkan, dapat memiliki keterampilan baru yang bermanfaat untuk menunjang kehidupan setelah selesai menjalani masa hukuman.
“Kami ingin warga binaan tidak sekadar menjalani hukuman, tetapi juga pulih, berdaya, dan siap kembali ke lingkungan masyarakat dengan bekal keterampilan yang bermanfaat,” harapnya. ***

















