BANTENRAYA.COM – Buffer stock atau cadangan pangan di Kabupaten Serang untuk bantuan bencana di Dinas Sosial (Dinsos) mulai menipis.
Pasalnya, dalam beberapa minggu terakhir terjadi bencana secara beruntun. Adapun cadangan pangan yang tersisa saat ini hanya 1 ton beras.
Kepala Dinsos Kabupaten Serang Yadi Priyadi Rochdian mengatakan, saat ini stok logistik sudah semakin menipis akibat bencana yang terus menerus terjadi.
BACA JUGA: Daftar Desa di Pandeglang yang Bakal Diperiksa Gara-gara Capaian PBBP2 Rendah
“Terkait logistik karena saking banyaknya titik yang terdampak banjir, stoknya sudah mulai menipis,” ujarnya, Selasa 13 Januari 2026.
Ia menjelaskan, saat ini ketersediaan buffer stock juga dibantu dari pihak perusahaan yang bisa menambah ketersediaan stok tersbut.
“Tinggal 1 ton beras lagi, tapi kami harus segera melaksanakan pengadaan. Untuk prioritas sekarang ada di Bumi Ciruas Permai (BCP), Kecamatan Kibin, dan di Kecamatan Kragilan,” katanya.
BACA JUGA: Ada 88 Ribu RTLH, Pemkab Lebak Cuma Anggarkan untuk Perbaikan 260 Unit di 2026
Yadi menuturkan, Pemkab Serang masih berupaya untuk melakukan koordinasi dengan Pemprov Banten supaya bisa mengirimkan stik logistik ke beberapa wilayah yang terdampak bencana alam.
“Kami juga bekerja sama dengan provinsi untuk melakukan pengiriman ke kantor atau logistik ke tempat tertentu,” jelasnya.
Pihaknya juga masih terus menyuplai kebutuhan logistik untuk warga yang terdampak bencana longsor Gunung Kaupas di Desa Kadubeureum, Kecamatan Padarincang.
“Padarincang masih tetap berjalan karena kemarin (12 Januari 2026) juga dapur umum masih dibuka,” ungkapnya.
Ia juga mengimbau kepada seluruh pihak, khususnya perusahaan untuk membantu menambah ketersediaan logistik yang dibutuhkan untuk korban bencana.
“Memang bencana ini kan kebanyakan di Serang Timur, makannya harus ada kerja sama dengan swasta,” tuturnya. ***

















