BANTENRAYA.COM – Pulau Panaitan berlokasi di sisi barat dari Taman Nasional Ujung Kulon, dan masih menawarkan pesona alam yang masih terjaga dengan asri dan belum banyak dieksplor.
Hal ini terlihat dari sejumlah satwa yang masih kerap berkeliaran seperti kera, kijang, biawak, dan berbagai jenis burung di Panaitan.
Bantenraya.com mengutip dari laman Tanjung Lesunh, Pulau Panaitan memiliki luas kurang lebih 17,000 ha dan memiliki berbagai area yang layak untuk diexplore seperti hutan mangrove, hutan pantai, hutan tropis.
Di pulau ini terdapat patung Ganesha beserta relik peninggalan Hindu kuno yang terletak di puncak Gunung Raksa. Di pulau ini wisatawan juga dapa melakukan aktivitas pantai seperti snorkling, diving hingga yang paling terkenal adalah surfing.
Pulau Panaitan adalah pulau indah tak berpenghuni sehingga disarankan untuk tetap melakukan aktivitas menginap di kawasan pesisir Ujung Kulon, seperti di Pandeglang atau di kawasan Sumur.
BACA JUGA : Buaya yang Ditemukan di Persawahan Bekasi Dilepasliarkan di Pulau Panaitan
Pengunjung yang ingin datang ke Pulau Panaitan dapat menggunakan kapal pesiar dengan biaya Rp150 ribu untuk kapasitas dibawah 50 orang.
Bagi pecinta petualangan, Pulau Panaitan juga menjadi medan ynag seru seperti trekking di hutan tropis yang masih alami. Dengan keindahan yang jarang tersentuh,
Pulau Panaitan menjadi destinasi sempurna bagi kamu yang ingin menjauh sejenak dari hiruk-pikuk kota dan menikmati liburan bernuansa alam.
Jika pengunjung datang dari Jakarta, perjalanan darat ke Desa Sumur atau Tamanjaya menghabiskan waktu sekitar 6–7 jam menggunakan mobil pribadi atau bus.
Setelah itu, wisawatan perlu menyewa perahu motor untuk menyeberang ke Pulau Panaitan, dengan waktu tempuh sekitar 2–3 jam tergantung kondisi laut.(***)

















