BANTENRAYA.COM – Raut wajahnya kalem. Tutur katanya lembut dan mudah bergaul. Tetapi di balik semua itu, sosoknya dipandang di dunia politik dan aktivis. Itulah sedikit gambaran dari sosok Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten Yudi Budi Wibowo.
Walau sering dianggap punya jalan bebas hambatan untuk berkarier karena kedekatannya dengan petinggi Gerindra, apa yang diraih pria kelahiran Bojonegoro, Jawa Timur ini bukan terjadi dari kata simsalabim.
Ada perjuangan, ada duka dan pengorbanan yang dilaluinya hingga kini nama Yudi Budi Wibowo menjadi salah satu yang diperhitungkan.
BACA JUGA: Penumpang Kereta Api di Stasiun Rangkasbitung Tembus 15 Ribu Orang Sehari
Yudi Budi Wibowo mengaku, jika sebenarnya dirinya lahir dari keluarga yang biasa-biasa saja. Tak ada keistimewaan seperti yang dibayangkan orang-orang.
Ia hanya anak ketiga dari empat bersaudara dari ayah yang seorang honorer Perum Perhutani dan ibu yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga.
Meski demikian, ayah dan ibunya merupakan sosok orang tua yang sangat bertanggung jawab. Walau ekonomi terbatas namun pendidikan selalu yang jadi prioritas. Sejak kecil keempat anaknya termasuk Yudi selalu didorong untuk berpendidikan.
BACA JUGA: Dua Relawan Asal Cilegon Bagikan Kisah Dibalik Pemulihan Bencana di Sumatera
Yudi tahu betul cara berterima kasih. Perjuangan orang tuanya sangat dihargai hingga masuk ke sanubari dan dilakoni sepenuh hati.
Yudi Budi Wibowo memulai Pendidikan dari Sekolah Dasar (SD) di kampungnya yang lumayan jauh dari rumah. Walau artinya harus berjalan kaki 3 kilometer untuk bersekolah, Yudi tak sedikitpun mengeluh.
Jenjang pendidikan terus dijalaninya hingga saat memasuki masa SMA Ia harus kehilangan sosok ayah untuk selama-lamanya.
Sosok yang tak memikirkan dirinya sendiri yang penting anaknya mendapatkan pendidikan terbaik itu sudah pergi.
Kepergiannya menjadi pukulan telak bagi Yudi hingga dirinya sempat memutuskan untuk bekerja saja ketimbang kuliah setelah lulus sekolah.
Keputusan sudah diambil, tapi sang ibu berkata lain. Tekad sang suami menjadikan pendidikan yang utama terus diembannya.
















