BANTENRAYA.COM – Walikota Serang Bud Rustandi bakal mengundang Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia untuk memperbaiki data penerima bantuan sosial (Bansos).
Rencana mengundang Kemensos RI ini menindaklanjuti aspirasi serikat pengemudi angkutan roda dua (Serdadu) yang menggeruduk Pemkot Serang, Rabu 17 Desember 2025.
Serdadu meminta Pemkot Serang melakukan pendataan ulang atau pemutakhiran data penerima bansos, karena banyak para anggotanya yang kurang mampu.
Berdasarkan informasi dari Dinsos Kota Serang ada 153 anggota Serdadu yang mendatangi Pemkot Serang.
Selain mengakomodir aspirasi Serdadu, Pemkot Serang pun memberikan bantuan paket sembako kepada 153 Serdadu.
Budi Rustandi mengatakan, pertemuan dengan para ojek online (Ojol) yang tergabung dalam Serdadu menampung aspirasi agar para Ojol ini masuk data sebagai penerima Bansos Kemensos.
BACA JUGA: Beasiswa Korea 2026 Full dari Pemerintah Korea Dibuka, Lulusan SMA hingga Diploma Wajib Cek
“Kemarin setelah saya rapat pas mau pulang ketemu dengan saya mengeluhkan beberapa terkait data penerima bansos, dan saya langsung segera menghubungi Kadinsos untuk segera ditindaklanjuti, agar mereka juga bisa masuk,” ujar Budi, kepada Bantenraya.com.
Dinsos Kota Serang, kata dia, akan segera menindaklanjuti ke Kemensos agar data penerima bansos diperbaharui.
“Pak Ibra Kadinsos akan segera berkomunikasi dengan Kemensos agar data itu bisa berubah. Karena data yang kita terima itu selalu copy-paste yang lama ya Pak Ibra ya. Yang sudah meninggal, yang sudah mampu, yang pindah lama itu masih terdata,” ucap dia.
Budi berencana akan mengundang Kemensos RI untuk perbaikan data penerima manfaat Bansos.
“Makanya saya ingin nanti duduk bersama dengan Kemensos, Pak boleh diundang bertemu dengan saya. Nah lalu saya akan sampaikan keluhannya dan saya minta perbaikan itu real bukan hanya copy-paste,” jelasnya.
Menurut dia, pemerintah daerah juga perlu memberikan masukan dan edukasi kepada Kemensos agar data penerima bansos tepat sasaran.
“Kita harus mengajari mereka juga agar jangan sampai ini bisa sampai kepada Pak Presiden gitu loh kan. Karena nggak bagus juga, karena Presiden sudah luar biasa ingin mensejahterakan rakyatnya,” tegas Budi.
Namun, lanjut Budi, bila ternyata masih ada oknum ASN di Kementerian yang kerjanya malas-malasan akan berimbas terhadap masyarakat kecil di daerah.
“Tapi lagi-lagi kalau ada oknum dari pada ASN di Kemensos yang kerjanya malas-malasan seperti sekarang ini, tentunya ini akan menjadi korban warga-warga seperti yang tadi tuh,” tuturnya.
“Yang benar-benar harus mendapatkan malah tidak gitu loh. Kan datanya ngaco kan, makanya dia perlu perbaikan,” tandasnya. ***















