BANTENRAYA.COM – Anggaran Bantuan Oprasional Sekolah Daerah (Bosda) yang setiap tahunnya diterima siswa sebesar Rp250 ribu dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Cilegon dihilangkan pada 2026 nanti.
Hilangnya Bosda di Cilegon tersebut tengarai karena adanya pemangkasan yang dilakukan pada APBD 2026 nanti.
Artinya, para siswa Cilegon kehilangan Rp250 ribu yang diperuntukkan pembelian Lembar Kerja Sekolah (LKS).
Diketahui, sedikitnya Rp17 miliar digelontorkan Pemkot Cilegon untuk Bosda. Dimana, peruntukkannya adalah membali buku LKS dan pelajaran bagi siswa di Kota Cilegon.
Dengan hilangnya anggaran tersebut, maka para siswa Cilegon nantinya akan kembali membeli buku dan LKS secara mandiri.
BACA JUGA : Kejurkot Basket 3×3 Sebagai Ajang Seleksi Untuk Atlet Cilegon Jelang Porprov Banten
Salah satu guru yang enggan disebutkan namanya membenarkan adanya pemangkasan Bosda tersebut. Bahkan, tidak hanya dipangkas namun dihilangkan.
“Yah hilang pada 2026 nanti. Jadi itu LKS tidak lagi akan disediakan oleh pihak pemerintah dari Bosda lagi,” katanya saat perayaan HUT PGRI di Alun-alun Kota Cilegon, Senin 24 November 2025.
Bosda sendiri, paparnya, biasanya diberikan kepada siswa Rp250 ribu per orang. Namun, dengan hilangnya Bosda kemungkinan LKS sendiri akan kembali dibeli para siswa.
“Rp250 ribu itu sudah dalam bentuk lembar kerja buat para siswa. Artinya kalua ini dihilangkan maka LKS pastinya akan kembali harus dibeli para siswa lagi,” ucapnya.
Ie menyampaikan, bagi sekolah yang para siswanya cukup memiliki ekonomi yang stabil hal itu tidak akan menjadi masalah. Namun, bagi sekolah dan siswa yang di perkampungan dan ekonomi pas-pasan itu akan menimbulkan permasalahan.
BACA JUGA : Persaingan Sepakbola Lolos Semifinal Berlangsung Ketat di Piala Walikota Cilegon U-22
“Bagi sekolah yang ada di perkampungan dan bagi siswa yang ekonominya dibawah itu akan menjadi masalah,” ujarnya.(***)
















