BANTENRAYA.COM – Banjir rob masih terus terjadi wilayah pesisir selatan Kabupaten Lebak. Kejadian tersebut berulang sejak beberapa hari ke belakang hingga mengakibatkan sejumlah kerusakan.
Seperti yang terjadi di Pantai Bagedur, Desa Sukamanah, Kecamatan Malingping. Banjir rob di lokasi itu telah terjadi sejak tanggal 5 November 2025 hingga Sabtu, 8 November 2025 malam.
Akibatnya, 20 warung milik warga dilaporkan rusak parah diterjang banjir rob serta ombak dan angin kencang.
“Terus-menerus terjadi selama tiga hari ini. Bangunan di bibir pantai banyak yang terseret banjir rob,” kata salah seorang warga, Sulaiman saat dihubungi, Minggu, 9 November 2025.
Tak hanya bangunan, Sulaiman mengungkapkan banjir rob juga mengakibatkan erosi pada wilayah pesisir pantai.
“Yang paling parah pas malam Minggu,” imbuhnya.
BACA JUGA : Banjir Rob Terjang Pesisir Selatan Lebak, Pasir Pantai Terkikis
Kepala BMKG Wilayah II, Hartanto, menjelaskan bahwa banjir rob dan gelombang tinggi ini dipicu oleh kondisi cuaca ekstrem akibat peningkatan curah hujan di wilayah Banten.
“Anomali suhu muka laut di perairan Indonesia bagian barat yang relatif tinggi meningkatkan proses penguapan dan menambah massa uap air di atmosfer. Hal ini memicu pembentukan awan hujan dan cuaca ekstrem di sekitar wilayah Banten,” kata Hartanto.
Hartanto juga mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal dan beraktivitas di wilayah pesisir, agar tetap waspada terhadap potensi gelombang tinggi dan angin kencang yang diperkirakan masih dapat terjadi sepanjang November 2025.
“Selain hujan lebat, angin kencang berpotensi menimbulkan pohon tumbang serta kerusakan bangunan. Warga pesisir juga diminta untuk memperhatikan kondisi gelombang laut sebelum melakukan aktivitas di perairan,” tandasnya. (***)
















