BANTENRAYA.COM – Ketua Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kota Cilegon, Hamami, mengklaim bahwa usaha biliar mampu menyumbang pajak hingga Rp500 juta per tahun ke kas daerah Kota Cilegon.
Menurutnya, angka tersebut merupakan potensi besar yang perlu dijaga melalui iklim usaha yang kondusif serta dukungan fasilitas pelayanan yang baik dari pemerintah.
“Secara pendapatan daerah, usaha biliar mampu menyumbangkan pajak sebesar Rp500 juta per tahun. Hal itu tentu sangat baik bagi pembangunan Kota Cilegon. Kami terus upayakan komunikasi dan koordinasi agar iklim usaha terjaga sehingga pemasukan untuk pemerintah tetap meningkat,” ujar Hamami, Rabu (24/9/2025).
BACA JUGA: Belum Semua Warga Kramatwatu Nikmati Jargas dari PGN
Hamami menambahkan, persaingan harga di Kota Cilegon relatif seimbang antar pengusaha. Namun, faktor utama yang membedakan usaha biliar adalah pelayanan dan kenyamanan konsumen.
“Kalau soal harga relatif standar, semua pengusaha biliar paham. Bedanya ada pada fasilitas dan pelayanan. Siapa yang bagus, maka akan lebih diminati, contohnya Kawan Billiard yang banyak pengunjung dibandingkan lainnya,” jelasnya.
Meski sejumlah pengusaha baru mengaku masih merugi, Hamami menegaskan bahwa bisnis biliar merupakan usaha jangka panjang dengan prospek keuntungan besar.
“Tidak bisa hitungan jangka pendek, usaha ini butuh proses. Namun dalam jangka panjang, keuntungan pasti besar,” paparnya.
Sementara itu, Sekretaris POBSI Kota Cilegon, Rohimin, menjelaskan bahwa hampir setiap tempat biliar memiliki klubnya sendiri. Hal tersebut sangat membantu dalam pembinaan prestasi atlet biliar di Cilegon.
“Untuk atlet biasanya diberikan fasilitas bermain gratis. Semua tempat biliar umumnya memiliki klub masing-masing,” katanya.
Rohimin menambahkan, jumlah lokasi biliar di Kota Cilegon terus berkembang. Jika awalnya hanya ada empat, kini bertambah menjadi delapan.
“Saat ini ada delapan lokasi, yaitu Sport Billiard, Sandi Billiard, Praimare Billiard, Grand Krakatau Billiard, Distrik Billiard, Kawan Billiard, Tons Billiard, dan X-Shot Billiard. Kami rutin mengadakan rapat bulanan untuk berdiskusi dan berkoordinasi,” pungkasnya.***



















