BANTENRAYA.COM – Sebanyak 404 kafilah di Kota Cilegon akan bersaing dalam Musabaqah Tilawatil Quran atau MTQ Kota Cilegon ke XXI di Kecamatan Grogol pada 26 sampai 29 September 2025. Cabang tafsir masih menjadi yang paling minim atau langka untuk kepesertaan terutama tafsir Bahasa Inggris dan Bahasa Arab.
Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Cilegon Rahmatullah menjelaskan, di MTQ, tafsir menjadi cabang yang paling minim kepesertaan. Hal itu, karena untuk menjadi ahli tafsir terlebih dahulu kafilah harus bisa hatam atau hafal 30 juz.
“Di MTQ, cabang tafsir masih minim peminat atau peserta, terutama mata cabang atau lomba tafsir Bahasa Inggris dan Bahasa Arab,” katanya, Senin (22/9).
Rahmatullah menyatakan, untuk kecamatan terbanyak mengirimkan kafilah untuk MTQ sendiri yakni Kecamatan Grogol sebanyak 59 dan Kecamatan Purwakarta 57. Untuk kecamatan lainnya masih rata-rata dibawah 50 peserta.
“Yang paling kecil itu nanti akan kami umumkan dan sampaikan kepada pimpinan saat MTQ. Nampaknya Grogol dan Purwakarta akan bersaing ketat,” ujarnya.
BACA JUGA : Tak Serius Kirim Kafilah ke MTQ Kota Cilegon Siap-siap Kecamatan Ditandai
Rahmatullah menjelaskan, persiapan MTQ sendiri sudah mencapai 50 persen, baik dari sisi teknis panggung dan lainnya, serta tentu saja dewan hakim juga akan melibatkan sebanyak 99 dewan hakim.
“Persiapan MTQ sudah 95 persen dan akan dilakukan survei dari unsur pengamanan dari Polres, Satpol PP dan juga dari Dinas Perhubungan. 99 dewan hakim dan juga masih akan ada dewan hakim nasional,” ucapnya.
Sementara itu, Camat Purwakarta Suadilah menyatakan, pihaknya memasang target agar bisa minimal mempertahankan prestasi i MTQ Kota Cilegon sebelumnya. Dimana, kafilah Kecamatan Purwakarta menjadi runner up.
“Dapat mempertahankan prestasi pada MTQ tingkat kota Cilegon tahun lalu di Pulomerak (kecamatan-red) sebagai runner up,” ucapnya.
BACA JUGA :
Sekretaris Camat Grogol Ismatulloh menyampaikan, tidak hanya targetnya sukses menjadi tuan rumah saja. Namun, pihaknya juga akan berusaha keras untuk bisa menjadi juara umum nantinya.
“Kita ambil dari lumbung-lumbung pembinaan, bukan hasil seleksi kelurahan karena tahun ini tidak ada seleksi akibat efisiensi anggaran. Mudah-mudahan sukses tanpa kendala, dan yang paling Utama kita optimis bisa meraih juara umum,” tegasnya. (***)

















