BANTENRAYA.COM – Pemkab Pandeglang menetapkan status siaga darurat bencana banjir. Penetapan itu lantaran bencana banjir menerjang 18 kecamatan di Pandeglang Selatan, yakni Pagelaran, Sobang, Cisata, Panimbang, Saketi, Bojong, Munjul, Cikeusik, Cisata, Angsana, Patia, Sukaresmi, Pulosari, Carita, Cigeulis, dan Cibaliung.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pemadam Kebakaran Kabupaten Pandeglang, Riza Ahmad Kurniawan mengatakan, Bupati Pandeglang telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) terkait status siaga darurat bencana banjir.
Penetapan status siaga dilakukan karena musibah banjir meluas hingga mengakibatkan beberapa desa di 18 kecamatan terdampak. “SK status siaga darurat bencana banjir sudah dikeluarkan. Dari SK itu berlaku mulai 11 November sampai akhir Januari 2025,” kata Riza, Minggu 8 Desember 2024.
Kata Riza, dari 18 kecamatan yang terdampak banjir, ketinggian air di beberapa wilayah sudah mulai surut. Hal ini berdasarkan laporan dari anggota yang berada di lapangan.
“Informasi di 18 kecamatan sebagian sudah surut, tinggal di Kecamatan Patia yang belum, tapi air di Patia juga sudah mulai surut. Warga yang mengungsi sudah pada pulang ke rumahnya masing-masing,” ujarnya.
Baca Juga: Kedai Rest Tempat yang Nyaman Buat Nongkrong Sepulang Kerja di Kota Serang
Dikatakannya, saat ini bantuan logistik untuk korban bencana banjir sudah didistribusikan kepada korban di setiap kecamatan yang terdampak.
Nantinya, dari kecamatan logistik tersebut langsung didistribusikan ke masyarakat. “Sudah didistribusikan ke masing-masing kecamatan. Penyalurannya langsung melalui desa dan kecamatan,” katanya.
Kepala Seksi Rehabilitasi Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pemadam Kebakaran Kabupaten Pandeglang, Lilis Sulistiati mengatakan, kecamatan yang terdampak bencana banjir sebagian sudah surut.
Hal itu disebabkan karena curah hujan yang tinggi. “Sebagian sudah surut. Yang belum tinggal Desa Surianen, Kecamatan Patia. Banjir diperkirakan karena air hujan turun dengan insentitas tinggi hingga air dari beberapa sungai meluap ke permukiman warga,” terangnya. (***)
















