BANTEN RAYA.COM – Jai warga asal Kelurahan Karang Asem, Kecamatan Cibeber setiap hari melakukan tugas menyisir sampah di Jalan Raya Anyer mulai dari titik Kecamatan Ciwandan hingga Landmark Kota Cilegon.
Jai yang bertugas sebagai petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon setiap hari bergelut dengan sampah baik sampah rumah tangga dan sampah jalanan dari pengguna kendaraan.
Jai mengaku dalam melakukan pekerjaanya selalu menggunakan safety atau pengaman lengkap sepatu boot dan sarung tangan.
Hal itu, untuk memastikan dirinya tidak tertusuk sampah berbentuk benda tajam baik logam dan pecahan kaca.
Baca Juga: Anak yang Bunuh Ayah dan Nenek di Jaksel Tidak Ditahan, ini Alasannya
Dalam kesehariannya juga Jai mengaku cukup banyak sampah di jalan yang dibuang secara ilegal atau warga membuang sampah sembarangan dari kendaraan.
Saat musim lebaran dan tahun baru, Jai malah harus ekstra bekerja karena volume sampai meningkat hingga 3 kali lipat karena jalur tempat membersihkan yakni wistaa menuju Anyer dari Kota Cilegon.
“Tahun baru dan lebaran itu semakin banyak sampahnya. Lumayan jadi harus kerja keras. Bukan saja sampah yang sudah ada di bak sampah rutin. Tapi sampah jalanan menumpuk saat itu,” katanya, Kamis (5/12).
Jai menjelaskan, setiap bekerja dirinya selalu menggunakan alat pengaman. Sebab, sangat berbahaya meski sampah rumah tangga karena cukup banyak benda tajam, apakah itu kaca, logam dan bambu kayu dan semacamnya.
“Yah untungnya alah lengkap. Jadi selama saya mulai bertugas dari 2004 alhamdulillah belum ada insiden yang membuat bahaya,” jelasnya.
Baca Juga: Resmi! Pemkot Tangerang Gelar Rapat Koordinasi TPPS 2024 untuk Percepat Penurunan Stunting
Tentu selain setiap hari mencium bau busuk sampah, terkadang jika sedang beruntung sering kali menemukan uang.
“Sering ada 10 ribu sampai Rp100 ribu nemu uang di jalan. Paling seribg Rp10 ribu dan Rp20 ribu,” tegasnya.
Menjadi tukang kebersihan, papar Jai, terpaksa dilakukan karena dirinya hanya sampai SD Kelas 2 saja, sehingga tidak ada pilihan lain.
“Sekarang sudah ikut paket sampai SMP. Tapi pusing,” ucapnya spontan sambil tertawa tipis.
Jai menyampaikan, dirinya sudah hampir 20 tahun menjadi petugas dan hanya menjadi Pekerja Harian Lepas (THL). Jadi, ia berharap saat ini bisa lulus menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
“Lagi ikut tes, semoga rezekinya ada (lulus-red). Jadi bisa lebih baik nasibnya,” tegasnya.
Baca Juga: Pesta Akhir Tahun Tangerang Expo 2024 Akan Hadir di Alun-alun Kota Tangerang
Saat ini, jelas Jai, setiap bulan menerima Rp3.350.000 setiap bulan. Dimana, ia dua kali membersihkan sampah dari Senin hingga Sabtu.
“Semoga juga ada kenaikan. Libur hanya Minggu,” ungkapnya.
Jai juga tidak menapik adanya keluhan pusing lemas setiap usai bertugas. Namun, beruntung ada pemeriksaan rutin dan pemberian vitamin kepada setiap petugas.
“Kalau kami di sini, rutin pemeriksaan dari Puskesmas. Kalau ada keluhan juga cepat ditangani diberikan obat dan vitamin,” pungkasnya. (***)

















