BANTENRAYA.COM– Rombongan Komisi II DPR RI meninjau pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) di SMK Negeri 8 Kota Serang, Rabu 13 November 2024.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat kesiapan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dalam melaksanakan program MBG yang akan dilakukan pada Januari 2025 mendatang.
Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda msngatakan, pihaknya mengapresiasi langkah Pemprov Banten dalam mendayagunakan para siswa SMK jurusan Tata Boga sebagai penyedia menu makanan pada program MBG.
Baca Juga: Face Me Episode 3 Sub Indo: Spoiler Beserta Link Nonton Full Movie Bukan Bilibili dan Drakorindo
Selain itu, usai mencicipi menu yang akan disajikan untuk program MBG tersebut, Rifqi mengapresiasi menu masakan yang telah dibuat oleh pada siswa SMK N 8 Kota Serang.
“Tadi kita baru saja diajak oleh pak Pj Gubernur untuk melihat salah satu sekolah pencontohan yang bukan hanya menerapkan makan bergizi sehat gratis, tapi juga bisa untuk memproduksi makanan tersebut,” kata Rifqi kepada wartawan.
“Dan tadi kita juga sudah nyoba paket makan bergizinya. Enak menu masakannya. Yang paling penting harus kita pastikan apa yang nanti disajikan untuk para siswa sehari-hari itu sama seperti ini (menunya,-red),” tambahnya.
Baca Juga: Selama Masa Tenang, Pengawas Desa di Kabupaten Serang Diimbau Tongkrongi Rumah Kades
Rifqi juga mengatakan, apa yang dilakukan oleh Pj Gubernur Banten dengan melibatkan SMK Tata Boga dalam penyediaan makan bergizi sehat diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi Pemerintah Daerah (Pemda) lainnya.
“In merupakan suatu trobosan yang sangkat inspiratif, kita tahu bahwa kewenangan beliau di bawah Pemerintah Provinsi Banten yakni tingkat SMA bisa terlibat aktif bukan hanya sekedar menjadi objek penerima dalam program ini, tetapi juga menjadi pelaku dalam mata rantai yang menghasilkan dan mendistribusikan,” katanya.
“Dan ini jangan kita lihat dari menunya, karena banyak sekali anak-anak di Indonesia yang makan daging ayam itu adalah suatu kemewahan. Maka kita lihat komposisi gizinya yang di mana ada nasi, sayur, buah, dan susu, itu sudah lengkap,” sambungnya.
Baca Juga: Naik dari Proyeksi Semula, DPRD Serang Tetapkan APBD 2025 Sebesar Rp3,55 Triliun
Lebih lanjut Rifqi menjelaskan, para pelaku UMKM yakni kantin di sekolah juga diharapkan bisa terlibat dalam pengadaan makan siang bergizi gratis. Hal itu dilakukan bagi sekolah-sekolah yang tidak memiliki jurusan Tata Boga.
“Selain itu bisa juga melibatkan pihak swasta melalui program CSR-nya. Tapi, jangan hanya sekedar ingin mendapatkan tender pekerjaan dengan uang negara. Namun, harus bisa membagi keuntungan untuk mendukung pihak lain yang ikut di program itu. Yang paling penting adalah semua itu terkoordinir oleh pemerintah setempat agar tidak tumpang tindih, agar standarnya masuk dan seterusnya,” pungkasnya.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar mengatakan, pihaknya sudah mempersiapkan langkah-langkah yang akan dilakukan dalam mendukung program makan siang bergizi gratis di tahun 2025 mendatang.
Baca Juga: Nonton Family By Choice Episode 11 dan 12 Sub Indo Full Movie Beserta Spoiler Bukan Bilibili
Ia mengatakan, sejumlah upaya yang dilakukan adalah dengan melibatkan anak-anak jurusan Tata Boga untuk memproduksi sendiri menu makan siang untuk di sekolahnya.
Selain itu, kebutuhan anggaran juga dikatakan Al Muktabar telah dipersiapkan sesuai dengan aturan dan petunjuk teknis (Juknis) yang sudah ia terima.
“Untuk pelaksanaan persiapan program MBG itu untuk di Provinsi Banten, kami (Pemerintah Provinsi Banten,-red) akan menggunakan empat persen dari pendapatan asli daerah (PAD) 2025 untuk pelaksanaan Makan Bergizi Gratis tahap I yang direncanakan pada Januari 2025. Hal itu sebagaimana petunjuk teknis yang sudah kita terima,” kata Al Muktabar.
Baca Juga: 2.650 Kader Cilegon Mandiri Siap Jadi Penggerak Pemberdayaan Ekonomi Lokal
“Jadi, prinsipnya kita sesuai dengan mandat tadi, kalau empat persen ya sekitar kurang lebih Rp 380 Miliar, kita akan siapkan dari pendapatan asli daerah,” tambahnya.
Al Muktabar menjelaskan, sejatinya persiapan dan pelaksanaan MBG di Provinsi Banten sudah berjalan, utamanya pada rentang tugas yang menjadi kewenangan Provinsi yakni tingkat SMAN/SMKN dan SKh.
“Dan saat ini kita juga sudah menerima uraian tugas pelaksanaan program itu dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Badan Gizi. Adapun untuk panduan komposisi gizinya, agar sesuai dengan ketentuan, kita menggandeng ahli gizi dari Universitas Indonesia (UI),” jelasnya.
Baca Juga: KPU Cilegon Siapkan Simulasi Tungsura, Perkirakan Waktu Pemungutan Bisa Mencapai 17 Jam
Lebih lanjut Al Muktabat mengatakan, selain mendukung program MBG, pihaknya juga turut menggalakan penanganan stunting dan gizi buruk agar terus menurun.
Ia mengatakan, dari rentang 0-60 bulan, hingga sekolah tingkat atas, pihaknya menjamin jika gizi yang diterima oleh anak-anak di Banten dapat terpenuhi melalui program-program yang dilakukan saat ini.
“Kita sudah laksanakan penangan stunting dan gizi buruk itu melalui dapur PKK dan Posyandu. Sehingga angka stunting di Banten bisa terus menurun. Itu akan terus kita jalankan pada rentang usia 0-60 bulan. Kemudian nanti SD sampai dengan SMA, anak-anak kita dilanjutkan gizinya dengan mendapatkan makan bergizi gratis. Jadi kita berharap anak-anak kita ke depan nanti tidak ada lagi mengalami gizi buruk dalam rangka kita menciptakan SDM yang unggul,” jelasnya.***

















