BANTENRAYA.COM – Para pedagang Pasar Baros Kabupaten Serang mulai menempati bangunan baru setelah dua tahun menempati pasar sementara.
Para pedagang sudah mulai mengisi lapak-lapak jualannya yang terlihat bersih dengan fasilitas yang lebih lengkap.
Penjual sayur Rohani mengatakan, para pedagang mulai menempati pasar Baros untuk pertama kalinya setalah pasar yang berlokasi di Jalan Raya Serang-Pandeglang tersebut selesai dibangun.
“Alhamdulillah saya mulai jualan dari pukul 07.00 WIB pagi tadi (kemarin). Tempatnya rapih dan jauh lebih baik dari pasar sementara,” ujarnya, Rabu, 16 Oktober 2024.
Baca Juga: Sempat Ingin Tebang Pohon Mangga, Pensiunan Polisi di Kabupaten Serang Ditemukan Gantung Diri
Ia merasa senang karena pasar sekarang jauh lebih baik dari pasar sementara yang sepi dari pembeli dan kondisinya kumuh.
“Di pasar sementara kan sudah dua tahun, cuma di sana pembelinya kurang. Sekarang masih uji coba jualan di pasar baru ini, jadi masih belum tahu hasilnya,” katanya.
Rohani mengungkapkan, setiap pedagang yang menyewa kios di Pasar Baros dikenakan biaya retribusi sebesar Rp400 ribu yang dilakukan secara tunai dan non tunai.
“Kita sudah musyawarah untuk retribusi itu Rp400 ribu per bulan itu suda termasuk bayar air, kemanan, kebersihan, terus perawatan kamar mandi. Pedangan pasar di sini kurang lebih ada 300 orang,” jelasnya.
Baca Juga: Jangan Berpangku Tangan, OPD Kota Serang Diminta Lebih Aktif Koordinasi ke Kementerian
Neti, salah satu pengunjung pasar Baros mengaku sudah menantikan pasar Baros yang baru beroperasi karena.
“Senang yah kita punya pasar dan bagus, apalagi jaraknya lebih dekat, menurut saya bangunanya bagus dan fasilitasnya lengkap, ada kamar mandi dan yang lainnya,” ujarnya.
Salah satu tukang ojek Safari mengatakan, pengunnjung Pasar Baros yang baru sudah mulai ramai walaupun baru ditempati.
“Saya rasa ada kemajuan dari sebelum-sebelumnya karena saya lihat dari pagi di parkiran banyak, ratusan motor dan mobil keluar masuk,” katanya.***














