BANTENRAYA.COM – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Serang gencarkan mensosialisasikan Pemilihan Kepala daerah (Pilkada) tahun 2024 dengan sasaran mahasiswa.
Sosialisasi itu dilakukan untuk meningkatkatkan partisipasi pemilih yang ditargetkan 75 sampai 80 persen.
Kepala Bakesbangpol Kabupaten Serang Epi Priatna mengatakan, dalam lima tahun terakhir partisipasi pemilih di Kabupaten Serang terus mengalami peningkatan.
Baca Juga: Retribusi PBG di Kabupaten Serang Tidak Mencapai Target
“Di Pilkada 2020 partisipasi pemilih kita hanya sampai 62 persen, semoga di Pilkada 2024 ini bisa mencapai 75 sampai 80 persen karena di Pemilu Februari kemarin juga meningkat diangka 80 persen,” ujarnya di sela-sela acara sosialisasi di Forbis Hotel, Kecamatan Waringinkurung, Selasa 15 Oktober 2024.
Ia menjelaskan, pihaknya akan fokus meningkatkan partisipasi pemilih dengan menggelar sosialisasi ke masyarakat, pemuda, mahasiswa, dan para pelajar.
“Mudah-mudahan teman-teman mahasiswa bisa menyampaikan ilmu hasil dari sosialisasi ini kepada teman-teman mahasiswa lainnya,” katanya.
Baca Juga: Digelar Besok, Airin dan Andra Siap Jalani Debat Perdana Pilgub Banten 2024
Epi menuturkan, selain meningkatkan partisipasi pemilih pihaknya juga berusaha menciptakan Pilkada yang aman dan damai tanpa adanya gesekan yang menimbulkan perpecahan.
“Pemuda dan mahasiswa juga merupakan bagian penting agar mereka betul-betul bisa lebih paham terkait Pilkada ini harus aman, harus lancar,” paparnya.
Kepala Bidang Politik Dalam Negeri (Poldagri) Kesbangpol Kabupaten Serang Dik dik Abdul Hamid mengatakan, selain sosialiasi kepada mahasiswa pihaknya juga memberikan sosialisasi kepada para tokoh keagamaan hingga ke pelosok daerah.
Baca Juga: Mengenal Tradisi Neres di Citorek Kidul, Kala Sungai Cimadur Diserbu Ibu-ibu untuk Membersihkan Diri
“Besok (hari ini-red) kita sosialisasikan ke Majlis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Masjid Indonesia, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), kemudian kita juga akan melakukan sosialisasi ke rekan-rekan disabilitas dan ke organisasi wanita” tuturnya.***

















