BANTENRAYA.COM – Deklarasi Kampanye Damai yang digelar KPU Pandeglang, Selasa 24 November 2024 di salah satu hotel di Pandeglang berlangsung panas.
Empat paslon yang diberikan waktu untuk menyampaikan orasi. Paslon sama-sama mengungkap janji politik bahkan terlibat saling sindir.
Sesuai nomor undian, paslon nomor 1 Fitron-Diana mendapat kesempatan awal orasi.
Dalam orasinya, Fitron menceritakan perjalanan dari Kecamatan Cadasari sampai ke Sumur. Menurut politisi Gilkar ini, semua orang yang ditemuinya punya harapan melihat Pandeglang berubah maju.
“Tanggal 27 November adalah hari kebebasan untuk memilih pilihannya, kebebasan untuk membat keputusan dan menentukan masa depan warga Pandegang sendiri,” kata Fitron dilansir dari kanal Youtube KPU Padeglang, Rabu 25 September 2024.
Baca Juga: PMI Pandeglang terima Penghargaan dari IFRC dan USAID
Fitron juga menyapa tiga kontestan seraya menggambarkan bahwa semua paslon pada dasarnya ingin membuat Pandeglang maju.
“Semua (yang ditemui Fitron-Diana) menyampaikan bahwa 2024 tidak ada lagi pejabat yang ingin naik pangkat harus membayar. Tidak ada lagi pribumi yang ingin dapat pekerjaan harus setor. Fitron-Diana komitmen menjadikan Pilkada yang demokratis tanpa campur tangan orang lain yang bukan pemain,” bebernya.
Fitron juga mengatakan pihaknya bukan calon yang manja. “Kami meminta pertolongan pada Allah untuk diberikan kekuatan melewati rintangan, bukan untuk menghilangkan rintangan,” pungkasnya.
Setelah itu Diana mendapat kesempatan orasi. Putri eks Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya ini. “Fitron-Diana siap mengabdikan diri untuk masyarakat Pandeglang,” kata Diana.
Paslon nomor 2, Raden Dewi Setiani dalam orasinya menekankan pentingnya kondusivitas Pandegang selama Pilkada.
Baca Juga: Ratusan Pelamar CPNS di Pandeglang Langsung Gugur di Tahap Awal, Tahap Seleski Masih Panjang
“Tidak ada lagi ujaran kebencian, fitnah dan provokasi. Dengan deklarasi damai kita buktikan bahwa kita adalah calon pemimpin yang bisa diteladani. Semoga di saat kampanye kita bisa menjaga keutuhan keluarga. Biarkan masyarakat yang menilai bagaimana menyampaikan visi misi kita dengan santun dan bijak,” terang Dewi.
Diterangkan Dewi, ia dan Iing amenginginkan Pandeglang maju. “Dewi-Iing pemimpin baru dan harapan baru untuk Pandeglang maju,” pungkas Dewi.
Pasangan Dewi yakni Iing Andri Supriadi melanjutkan orasi ini. “Ternyata hebat juga bupati saya ini,” Iing memuji Dewi.
Menurut Iing, ia dilahirkan dari petani dan dari anak tukang kebun di daerah terpencil. “Kita sesungguhnya keluarga besar yang ingin memajukan Pandeglang. Perjalanan 60 hari ke depan singkat saya berharap seluruh kandidat memberikan edukasi politik ke warga dengan tidak memprovokasi tidak memecah belah. Saya yakin semua kandidat sangat mencintai Pandeglang,” bebernya.
Baca Juga: Sama dengan Prabowo! Paslon Gubernur Banten dan Paslon Paslon Bupati Pandeglang Dapat Nomor Urut 2
Mantan Ketua Fraksi Demokrat DPRD Pandeglang ini menyebut Dewi-Iing terus menyerap aspirasi warga. “Kebutuhan warga pandeglang adalah merdeka dari infrastuktur, konsep kami adalah berkelanjutan. Yang baik dilanjutkan yang kurang diperbaiki. Yakinkan Pandeglang 10 tahun ke depan maju kita lihat Pak Jokowi sudah membangun tol serpan. Jangan sampai kemajuan Pandeglang tapi wajah-wajah pribumi hanya jadi pentonton,” beber Iing.
Iing juga menanggapi ucapan Fitron terkait setoran proyek dan jual beli jabatan. “Bicara setoran pekerjaan dan jabatan, justru itu kekhawatiran mereka yang mengalami sendiri, biasanya yang disampaikan adalah pengalaman,” tandas Iing.
Paslon nomor 3 Uday Suhada naik panggung. Ia mengawali paparannya dengan mengutip ayat Al-Quran yang artinya “Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”
“Membaca visi misi Fitron-Diana dan Dewi-Iing sagat panjang. Visi misi kami yang paling simpel, Pandeglang bagkit, maju dan mandiri. Kenapa bangkit? Karena Pandegang tidak sedang baik-baik saja, infrastuktur paling buruk se Babten layanan Kesehatan juga demikian,” kata Uday.
Uday juga menyoroti masalah kenaikan tarif BLUD Puskesmas dari Rp 6000 jadi Rp 12 ribu. “Bagi saya itu naif mendomgkark pad dari orang miskin yang sakit. Kalau mau PAD pantai kita paling panjang, bisa dikelola,” Uday bersemangat.
Baca Juga: Rincian Harta Kekayaan Pjs Walikota Cilegon Nana Supiana, Seorang Fanboy Honda Sejati?
Pria asal Kecamatan Menes ini juga mengkritik dua calon lain karena tidak bicara soal memerangi korupsi. Padahal kata Uday pemberantasan korupsi hal yang utama.
“Jika Allah menakdirkan saya jadi bupati saya punya skenario pemberantasan korupsi. Penegakan hukum harus ditegakkan. Politik uang harus dihindari karena tidak akan membuat kaya tapi akan lebih mskin. Misal calon habis Rp 50 miliar untuk beli suara, saya jamin itu tidak akan balik modal kecuali korupsi,” bebernya yang punya tagline AKBP (antikorupsi berantas pungli).
Paslon nomor 4 Aap Aptadi-Ratu Anita menyampaikan orasi penuh semangat. Aap yang dikenal tokoh ternama di Pandeglang ini megawali dengan bicara soal sejarah Pandeglang.
Beberapa poin yang diungkap Aap adalah banyak lahan tidur di Pandeglang mencapai 47 ribu hektare, garis pantai Pandeglang yang panjang, dan potensi hasil bumu.
“Namun nelayan dan petani kita masih miskin. Lihat saja Ikan mas di cikole itu berasal dari Jawa Barat. Terus warga Pandeglang sering ziarah keliling Indonesia padahal di Pandeglang banyak keramat,” terangnya.
Baca Juga: Nomor Urut Paslon di Pilkada Pandeglang 2024: Fitron-Diana 1 , Dewi-Iing 2, Uday-Puji 3, Aap-Anita 4
Aap juga mendambakan di Pandeglang ada pasar induk untuk menampung hasil bumi. “Padeglang jadi daerah industri itu sudah keniscayaan. Solusinya harus mengundag investor. DPRD jangan molor atau main proyek nanti siapa yang mengawasi,” pungkasnya.**















