BANTENRAYA.COM – Kelompok 52 Kuliah Kerja Mahasiswa atau KKM Universitas Bina Bangsa atau Uniba melakukan Penyuluhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau UMKM dan Teknologi Tepat Guna atau TTG di Aula Kantor Desa Banjarwangi, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pandeglang.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber Ivan Indrawan Manager Sentra UMKM Wilayah Banten Bank BJB Pusat, H. Bambang Dwi Suseno, Wakil Rektor I Uniba sekaligus Dosen Pendamping Kelompok 52 dan Hj. Muflihah, Dosen Pendamping Kelompok 52 KKM Uniba.
Menurut Ketua Kelompok 52 KKM, Alhane Wahdaliansyah menyampaikan kegiatan ini merupakan implementasi dari 8 bidang program kerja KKM, yang diantaranya adalah bidang ekonomi, pendampingan UMKM dan bidang TTG.
Di lokasi yang sama, Ketua Pelaksana Kegiatan Permata Bintang menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan puncak dari kegiatan pendampingan kepada pelaku UMKM, khususnya UMKM Ikan dan UMKM Keripik Pisang, yang bertujuan memberikan pengetahuan, pemahaman dan inovasi kepada pelaku UMKM dalam mengelola usahanya.
Baca Juga: Bukan Hanya Cantik, Pengetahuan yang Luas Jadi Penilaian Audisi Kang Nong Kota Cilegon
Tema penyuluhan UMKM dan TTG kali ini adalah ‘Inovasi dan Pengembangan UMKM Dengan Penggunaan Teknologi Tepat Guna (TTG)’.
Menurut Ivan Indrawan, UMKM sangat berperan dalam mengurangi tingkat pengangguran yang ada di Indonesia. UMKM dapat menyerap banyak tenaga kerja Indonesia yang masih mengganggur.
“Selain itu UMKM telah berkontribusi besar pada pendapatan daerah maupun pendapatan negara Indonesia, sehingga UMKM perlu dioptimalkan dalam pengelolaannya,” kata Ivan.
Hal senada disampaikan Encep Saefullah, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kelompok 52 KKM Uniba yang bertugas di Desa Banjarwangi, sekaligus Koordinator KKM Kecamatan Pulosari, bahwa penting bagi UMKM beradaptasi dengan kemajuan teknologi dalam aktivitas bisnisnya.
Baca Juga: Sanuji-Fajar Rela Mundur Jabatan Jika Melanggar Ikrar Komitmen Ketika Sudah Terpilih
“Sehingga dengan penggunaan teknologi tersebut akan meningkatkan jumlah produksi, volume penjualan dan segmentasi pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Selain itu juga menurut Muflihah, UMKM dalam upaya optimasi usahanya menjadi sebuah kebutuhan mutlak untuk menggunakan media digital atau online dalam aktivitas pemasarannya.
“Termasuk penggunaan teknologi pada proses produksi untuk menghasilkan produk yang berkualitas,” kata Muflihah.***


















