BANTENRAYA.COM – Pendapatan retribusi yang dicatat Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah atau BPKAD Kota Cilegon mencapai Rp 3 miliar dalam satu semester 2024.
Kepala Bidang Aset pada BPKPAD Kota Cilegon Nur Fauziah mengatakan, lahan-lahan maupun papan reklame menjadi penghasil dari capaian retribusi tersebut.
“Pendapatan dari retirbusi untuk tahun 2024 dari Januari – Juli sekitar diangka Rp 3 miliar,” kata Nur kepada Banten Raya, Selasa, 13 Agustus 2024.
Berdasarkan data pada BPKPAD Kota Cilegon sampai 31 Juli 2024 untuk realisasi retribusi dari Bidang Aset BPKAD Kota Cilegon pendapatan sudah hampir mencapai target yang ditentukan.
Baca Juga: Antisipasi Kericuhan Pilkada, Polres Cilegon Terima Ratusan Personel Tambahan
“Target di tahun 2024 itu Rp3,9 miliar, saat ini sudah mencapai Rp 3 miliar, sudah hampir mencapai target,” sambungnya.
Untuk pencapaian angka retribusi sampai 31 Juli 2024 tersebut berdasarkan adanya pembayaran dari sewa atau perjanjian sewa pertahun.
“Dengan pertahun nominal pembayaran bermacam-macam, yang pasti sesuai dengan Perda No 1 Tahun 2024 tentang pajak dan retribusi daerah. Dari kita sudah melakukan perjanjian sewa pertahun,” ucapnya.
Kata dia, pihaknya telah menghasilkan dari sewa Barang Milik Daerah atau BMD.
Baca Juga: Terjunkan Alat Berat untuk Keruk Sampah di Sungai, Warga Kadipaten Ucapkan Terima Kasih ke Robinsar
Penghasilannya berdasarkan dari lahan-lahan yang di sewakan serta papan reklame yang ada.
Nur mengungkapkan, untuk tahun 2025 BPKPAD Kota Cilegon menargetkan pencapaian pendapatan retribusi bertambah mencapai Rp 5 miliar.
“Bismillah 2025 terealisasi, ditargetkan retribusinya sekitar Rp 5 miliar,” ungkapnya.
Pihaknya optimis akan bisa melampaui target sampai akhir tahun 2024 menyentuh angka Rp3,9 miliar.
Baca Juga: Usul Penghapusan Insentif Pegawai Samsat Tuai Pro Kontra, Pj Gubernur Diminta Evaluasi Kinerja
“Insyaallah optimis, karena kita sudah mempersiapkan beberapa yang akan diperpanjang. 2024 ini optimis bisa 100 persen lebih terealisasi,” ucapnya.
Adapun tiga penghasil dari papan reklame yang berada di Kota Cilegon dibeberapa titik, dengan harga persewa mencapai Rp 20 juta.
“Kalau untuk papan reklame itu targetnya tergantung mereka, satu titik, misalkan di JPO mencapai sekitar Rp 20 juta. Kalau stand-stand papan berdiri tidak terlalu besar. Titik penghasil reklame paling besar ada tiga, di depan Matahari, Ramayana dan Cibeber,” jelasnya.***















