BANTENRAYA.COM – Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun atau HUT RI ke-79 tahun 2024 tingkat Kabupaten Serang akan digelar di Kecamatan Waringinkurung.
Upacara digelar di Waringinkurung lantaran Alun-alun Kramatwatu yang biasa menjadi lokasi upacara HUT RI saat ini sedang dalam proses perbaikan.
Kepala Bagian Umum Pemkab Serang Raden Galih Indrya Natasasmita mengatakan, pihaknya telah menggelar rapat untuk menentukan lokasi kegiatan upacara HUT RI setelah Alun-alun Kramatwatu tidak bisa digunakan karena masih proses perbaikan.
“Kita ketahui bersama bahwa alun-alun Kramatwatu itu sedang direhab selesainya kata orang PU (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) sekitar bulan Oktober,” katanya.
“Otomatis tidak bisa digunakan untuk upacara HUT RI ke-79,” ujar Galih saat ditemui di ruang kerjanya, Senin 24 Juni 2024.
Ia mengungkapkan, pada rapat yang digelar pada Jumat 20 Juni 2024 tersebut pihaknya memberikan alternatif dan opsi untuk lokasi upacara.
Baca Juga: Libur Sekolah, Pemprov Banten Incar Kunjungan 500 Ribu Wisatawan
Seperti di Kecamatan Kragilan, di Kecamatan Cikande, di Kecamatan Mancak, di Kecamatan Waringinkurung, dan di Kecamatan Tunjung Teja.
“Dengan beberapa pertimbangan seperti medannya dan lain-lain yang paling mendekati kelayanan untuk dijadikan lokasi upacara tingkat kabupaten di lapangan Begog, Kecamatan Waringinkurung, tentunya dengan beberapa penyesuaian. Lapangan Begog milik Desa Sukadalem,” katanya.
Galih menuturkan, lapangan Begog biasanya digunakan upacara HUT RI tingkat kecamatan namun untuk tahun ini akan digabungkan dengan upacara tingkat kabupaten.
“Nanti untuk teknisnya seperti apa itu ada di Kesbangpol (Badan Kesatuan Bangsa dan Politik),” ungkapnya.
“Besok kita mau survei, semua OPD (organisasi perangkat daerah) yang punya peran akan turun,” ungkapnya.
Ia berharap, pada upacara HUT RI nanti banyak masyarakat yang datang karena lokasi upacara bersebelahan dengan kantor Desa Sukadalem dan berada di pemukiman warga.
Baca Juga: Tarik Motor Pakai Tali, Pemotor Tewas Terlindas Bus Asli di Serang
“Kalau luas lapangan 3 hektare tau lebih luas dari alun-alun Kramatwatu. Untuk tiang bendera karena kalau untuk upacara HUT RI ada kriteria tertentu nanti disesuaikan,” tuturnya.
Adapun alasan alun-alun Kramatwatu direhab karena selain sering digunakan upacara, alun-alun sering digunakan kegiatan masyarakat termasuk untuk berjualan dan dijadikan tempat main anak-anak.
“Terus pemeliharaannya juga terbatas maka dinilai pimpinan kelayakannya harus diupgrade,” katanya.***















