BANTENRAYA.COM – Sejumlah 20 komoditas bahan pangan di Banten mengalami deflasi atau penurunan harga.
Harga bahan pangan terbaru itu sebagaimana disampaikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten berdasarkan hasil pencatatan harga di setiap pekannya.
Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Banten Bambang Widjonarko mengatakan, berdasarkan hasil survey perhitungan indeks perkembangan harga, sejumlah 20 bahan pangan mengalami deflasi lebih dari 2 persen.
Baca Juga: Ratusan Kendaraan Dinas Pemprov Banten Hilang Misterius, Kerugian Tembus Rp25 Miliar
“Untuk inflasi kita di bulan ini masih sama, yaitu di 3,42 persen, berdasarkan hasil perhitungan di 5 wilayah,” katanya usai menghadiri rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah bersama Kemendagri RI di Pendopo Gubernur Banten, Senin 27 Mei 2024.
“Tapi, selain pehitungan di 5 wilayah, kita juga menghitung indeks perkembangan harga (IPH)-nya di seluruh Kabupaten Kota,” imbuhnya.
“Hasilnya sampai dengan minggu keempat ini untuk 20 komoditas pangan strategis kita mengalami deflasi lebih dari 2 persen,” ujarnya.
Baca Juga: AWAS TERLEWAT! Jadwal Pendaftaran PPDB Online PAUD, SD dan SMP di Kota Cilegon
Bambang mengatakan, angka deflasi tersebut terbilang cukup besar mengingat sebelumnya angka inflasi terhadap 20 komoditas pangan di Banten mengalami kenaikan akibat fenomena alam El Nino.
“Seperti komoditas beras misalnya, kita tahu bahwa kemarin beras sempat mengalami inflasi yang tinggi akibat El Nino sampai dengan April, namun saat ini berdasarkan hasil perhitungan kita itu sudah mengalami penurunan,” ungkapnya.
“Hal itu dikarenakan kita sudah mengalami panen raya, sehingga pasokan beras dari para petani itu sudah mulai tinggi,” jelasnya.
Bambang juga mengungkapkan, contoh komoditas lain yang mengalami deflasi adalah daging ayam ras.
Dimana, kata dia, sebelumnya daging ayam ras sempay naik akibat harga pakan jagung yang mengalami kenaikan. Namun, lanjutnya, saat ini harga daging ayam ras sudah mengalami penurunan.
“Kalau kita tahu misal kemarin harga jagung itu naik di beberapa wilayah, namun saat ini karena jagung sudah turun (harganya-red) karena sudah mulai panen, maka berimbas juga kepada harga daging ayam ras,” ungkapnya.
Baca Juga: Nonton Drakor Crash Episode 5 Sub Indo Full Movie Lengkap dengan Spoiler, Bukan Bilibili dan Loklok
Saat disinggung mengenai harga bawang yang pada saat ini tengah mengalami kenaikan harga, Bambang mengamini hal tersebut, namun menurutnya, jumlah kenaikannya sudah tidak tajam seperti bulan lalu.
“Kalau untuk bawang memang masih mengalami kenaikan, namun kenaikannya tidak setajam bulan yang lalu, karena mungkin pasokannya sudah mulai banyak akibat dari realisasi impor yang sudah mulai lancar,” terangnya.
Plh Sekda Provinsi Banten Virgojanti mengatakan, untuk terus mengantisipasi inflasi pihaknya sudah meminta kepada sejumlah pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan upaya pengendalian inflasi.
Baca Juga: PPDB Dibuka, Dindikbud Kota Cilegon Ingatkan Tak Coba-coba Titip Calon Peserta Didik
“Kita terus lakukan koordinasi dengan OPD yang berkecimpung langsung untuk terus meningkatkan upaya pengendalian inflasi,” tuturnya.
“Selain itu, untuk Kabupaten Kota dengan inflasi tertinggi juga kita terus berkomunikasi terkait apa saja yang menjadi keluhan dan kita berikan supportnya,” kata Virgojanti.
Virgojanti juga menuturkan, meskipun pada saat ini sejumlah komoditas di Banten telah mengalami deflasi, pihaknya akan terus mengupayakan untuk meningkatkan hasil produksi tanam sejumlah bahan pangan di Provinsi Banten.
Baca Juga: Bocoran Lovely Runner Episode 15 Sub Indo: Ingatan Ryu Sun Jae Kembali, Sopir Taksi Berulah Lagi
“Bahan-bahan pangan yang sekiranya bisa untuk kita produksi sendiri, kita mintakan untuk diproduksi dan ditingkatkan. Namun, untuk komoditi lain kita upayakan dengan berkoordinasi dengan sejumlah daerah untuk bisa kita mintakan local championnya,” tuturnya.
“Kita harapkan dengan langkah-langkah yang kita lakukan ini angka inflasi kita dapat terkendali,” pungkasnya. (mg-rafi) ***















