BANTENRAYA.COM – Dinkes Kota Cilegon mengerahkan segala upayanya untuk menurunkan angka kasus demam berdarah (DBD).
Kepala Dinkes Kota Cilegon Ratih Purnamasari mengungkapkan, berdasarkan data yang dimililiknya total ada 323 kasus DBD sepanjang 2024.
Pada Mei 2024 terdapat penambanahn kasus dibandingkan periode Januari-April yakni sebanyak 244 kasus DBD dengan 2 diantaranya meninggal dunia.
Baca Juga: PPDB Dibuka, Dindikbud Kota Cilegon Ingatkan Tak Coba-coba Titip Calon Peserta Didik
“Sampai Mei minggu terakhir terdapat penambahan kasus DBD di Kota Cilegon sebanyak 79 orang,” ucapnya.
Ia menjelaskan, pada 2021 kasus DBD di Kota Cilegon cukup rendah namun di 2022 naik dan di 2023 kembali turun lalu kini di 2024 naik lagi.
Ratih memprediksi, pada Juli sampai Agustus mendatang akan kembali ada peningkatan kasus DBD.
Baca Juga: Tips Beli Hewan Kurban yang Aman di Lapak Penjual Hewan Versi Dinas Pertanian Provinsi Banten
“Sudah diinstruksikan semuanya setiap Jumat dilakukan pemberantasan sarang nyamuk di rumahnya masing-masing untuk pencegahan penyakit DBD,” jelasnya.
Terdapat satu kader untuk memantau jentik di satu rumah dan memberantasnya.
“Untuk lokasi tertinggi yang terkena kasus DBD di Kota Cilegon di antaranya yakni Kelurahan Pabean, dan Kelurahan Bendungan,” jelasnya.
Baca Juga: Ada Apa dengan 27 Mei yang Ramai di TikTok? Ini Sumber Sound Viral yang Kembali Berseliweran di FYP
Ketua Komisi II DPRD Kota Cilegon Faturohmi mengatakan, pemberantasan DBD harus dilakukan dengan sangat serius.
“Tindak lanjut DBD melalui langkah 3M, menguras, membersihkan, membuang karena jentik nyamuk dipengaruhi oleh lingkungan,” katanya.
Dalam mengantisipasi melonjaknya pasien terutama DBD, Faturohmi meminta RSUD untuk berkoordinasi secara aktif dengan rumah sakit lain di Kota Cilegon.
“Koordinasi secara aktif dengan rumah sakit lain supaya ketika di RSUD penuh, maka bisa dirujuk ke rumah sakit lain di Kota Cilegon dengan konsep layanan yang sama,” ungkapnya. (mg-tia) ***















