BANTEN RAYA.COM – Hingga Maret 2024 ada sebanyak 594 warga Kota Cilegon mengidap penyakit Diabetes Mellitus (DM). Dimana, dari kasus tersebut paling terbanyak diderita kaum perempuan yakni sebanyak 437 kasus dan laki-laki hanya 157 kasus.
Angkan penderita diabetes mellitus sendiri cukup melonjak signifikan. Setelah tahun sebelumnya mencapai 660 kasus untuk perempuan 442 kasus dan laki-laki sebanyak 218 kasus.
Warga Kota Cilegon tentu saja diminta untuk waspada. Sebab, diabetes mellitus menjadi 10 penyakit penyebab kematian terbanyak di Indonesia.
Kepala Dinas Kesehatan dr Ratih Purnamasari menyatakan, ada dua faktor penyakit itu timbul, pertama soal keturunan dan berikutnya karena gaya hidup.
“Kalau sudah tahu ada keluarga yang diabetes maka harus hati-hati. Soal pola hidup juga yakni makan dan minum yang terlalu banyak mengandung gula. Misalnya kopi yang kebanyakan manis dan sering diminum. Harusnya cukup hanya 1 kali saja,” katanya, Minggu 26 Mei 2024.
Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Cabang Serang Akhirnya Minta Maaf Ke Warga Terkait Pelayanan
Ratih menjelaskan, penyakit DM sendiri menjadi 10 penyakit penyebab kematian terbanyak di Indonesia. Untuk itu masyarakat tentu saja diminta untuk waspada dengan melakukan pola hidup sehat.
“DM itu menjadi 10 besar penyakit yang mematikan di Indonesia. Itu saat rapat kerja nasional (Rakerkesnas) Kementerian Kesehatan menjadi salah satu penyakit penyebab kematian terbanyak di Indonesia selain kanker, stroke dan beberapa lainnya,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Masyarakat pada Dinkes Kota Cilegon Rully Kusumawardhany mengungkapkan, paling penting dalam sehari semalam, orang Indonesia maksimal mengkonsumsi gula sebanyak 4 sendok makan sesuai aturan dari Kemenkes dan maksimal 5 sendok makan untuk lemak.
“Hindari makan dan minum yang manis manis. Tidak boleh stress,” jelasnya.
Menurut Rully, ada dua hal yang bisa dilakukan untuk pencegahan, pertama memilih dan mengatur porsi makan yang dikonsumsi sehari-hari, selanjutnya aktivitas minimal 30 menit perhari.
“Untuk makan itu 1 kali makan harus komposisinya sayuran 50 persen, karbohidrat 25 persen dan protein 25 persen. Untuk karbohidrat jangan sampai dobel misalnya nasi dan mie. Itu bisa membuat lonjakan gula darah dalam tubuh,” jelasnya.
Setelah makan, papar Rully, haris banyak aktivitas fisik karena nasi mengandung banyak gula terutama nasi putih.
“Jika aktivitas tubuh sedikit sebenarnya cukup 3 sendok saja sehari untuk nasi,” jelasnya.
Termasuk, papar Rully, untuk makan malam hanya dibolehkan sebelum Isya, selebihnya harus dihindari.
“Malam hari organ-organ tubuh juga butuh istirahat dan malam hari tidak banyak aktivitas fisik dikhawatirkan gula menumpuk dalam tubuh,” pungkasnya. (***)















