BANTENRAYA.COM – Kasus Demam Berdarah Dengue atau DBD pada tahun 2024, di Kabupaten Pandeglang terus melonjak dibandingkan tahun 2023. Tercatat hingga Maret tahun 2024 sudah ada 4 orang warga dilaporkan meninggal dunia akibat terserang penyakit DBD.
Kepala Bidang Pencegahan, dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan atau Dinkes Kabupaten Pandeglang, Dian Handayani menyebut, selama periode Januari hingga Maret 2024, tercatat ada sebanyak 1.013 kasus DBD.
Angka tersebut naik dari tahun 2023 yang mencapai sekitar 531 orang.
“Kasus DBD tahun ini naik. Pada bulan Januari ada 308 kasus dengan 0 kematian, Februari 642 kasus dengan 4 kematian, dan Maret 63 kasus dengan 0 kematian,” kata Dian, Rabu 1 Mei 2024.
Baca Juga: Ditinggal ke Sawah, Rumah Warga Angsana Pandeglang Ludes Terbakar
Dijelaskannya, warga terkena penyakit DBD tersebar di 35 kecamatan di Kabupaten Pandeglang. Dengan rentan usia yang terkena DBD, mulai dari anak-anak hingga dewasa.
“Yang paling tinggi kasus DBD tersebar di Kecamatan Labuan, Cikeudal, dan Picung. Usia terbanyak yang kena DBD, usia produktif,” jelasnya.
Kata Dian, warga yang dinyatakan terjangkit penyakit DBD sebagian sudah sembuh, hingga ada beberapa warga yang masih dirawat di rumah sakit tersebar di Pandeglang.
Sebab, kondisi pasien belum dinyatakan stabil. “Sebagian sembuh, dan sebagian masih ada yang dirawat,” ujarnya.
Baca Juga: Peminat Membludak, Rekrutmen Badan Adhoc KPU Kabupaten Pandeglang Capai 1.069 Peserta
Untuk mencegah penularan DBD, Dian mengimbau, masyarakat untuk melakukan Pemberantas Sarang Nyamuk atau PSN, dan melakukan pemantauan jentik dengan gerakan 1 rumah 1 jumantik.
“Lakukan PSN. Foging bukan cara yang efektif untuk menghentikan penularan demam berdarah, karena foging hanya membunuh nyamuk dewasa,” katanya.
Diimbau kepada masyarakat yang terkena demam untuk segera mungkin mengecek kesehatannya ke rumah sakit. Sebab, akhir-akhir ini kasus DBD disebabkan karena demam yang berkepanjangan.
“Bila demam lebih dari 3 hari segera periksakan diri ke petugas kesehatan,” pesannya. ***
















