BANTENRAYA.COM – Menjelang Ramadhan 2024, harga telur di Pasar Rangkasbitung, Kabupaten Lebak mengalami kenaikan yang cukup tinggi, dibandingkan dengan tahun-tahun yang lalu.
Kenaikan sudah berlangsung sejak satu bulan yang lalu.
Penyebabnya, karena harga pakan ayam mahal dan permintaan yang semakin tinggi, namun pamasok berkurang.
Salah satu penjual telur ayam, Iwan mengatakan, harga telur mengalami kenaikan secara berangsur-angsur.
“Harga normal Rp 20 ribu per kilogram, namun belakangan ini, terus naik mulai dari Rp 27 ribu, sampai empat hari sampai sekarang, naik menjadi Rp 31 ribu per kilogram,” kata dia saat ditemui dilapaknya, Selasa 27 Februari 2024.
Ia mengungkapkan, kenaikan tahun sekarang berbeda dengan tahun sebelumnya.
Biasanya, harga telur menjelang Ramadhan naik Rp 29 ribu per kilogram.
“Pencetak rekor sejarah ya, biasanya cuman segitu, tapi sekarang naik sampai Rp 31 ribu,” paparnya.
Iwan menjelaskan, ada beberapa faktor yang menyebabkan kenaikan antara lain, karena harga pakan mahal, menjelang Ramadhan 2024, dan permintaan tinggi namun pemasok berkurang.
“Emang udah biasa naik ya, cuman saya belum tau lebih jelas kenapa ada kenaikan, harga telur ada yang Rp 30 ribu-Rp 31 ribu per kilogram,” ucap Iwan.
Akibatnya, banyak pembeli yang mengeluh dan terpaksa harus mengurangi pembelian telur.
“Udah kebutuhan pokok sih ya, kadang ada yang nawar, kadang juga ada yang mengurangi timbangan biasanya satu kilogram, terus dikurangi setengah kilogram,” jelas Iwan.
Masih kata Iwan, kenaikan juga mengakibatkan omzet berkurang, sebab pembeli menurun dan kadang telur busuk.
“Ya sedikit lakunya, kalau tidak laku suka ada yang busuk juga, saya paling ambil untung Rp 1.500.00,” pungkas Iwan.
Sementara itu, Pembeli, Sulastri mengaku, harga telur sangat kemahalan.
“Mahal banget, pengennya sih lebih murah, baru kali ini, saya beli telur sampai Rp 31 ribu per kilogram, harganya Naudzubillah sangat mahal banget,” singkat Sulastri.***















