BANTENRAYA.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Serang memusnahkan sebanyak 9.752 lembar surat suara Pemilu tahun 2024.
Pemusnahan surat suara Pemilu tahun 2024 dilakukan KPU Kota Serang karena rusak maupun rijek.
Plekasanaan pemusnahan surat suara tersebut mengacu pada berita acara nomor 85/PR.05-BA/3673/4/2024 tentang pemusnahan kelebihan surat suara Pemilu tahun 2024 KPU Kota Serang.
Pemusnahan surat suara digelar di halaman depan Gudang Logistik KPU Kota Serang, Jalan Sayabulu, Kota Serang, Selasa 13 Februari 2024.
Dalam pemusnahan surat suara disaksikan oleh Ketua KPU Kota Serang Nanas Nasihudin dan jajarannya, Ketua Bawaslu Kota Serang Agus Aan Hermawan, PPK, dan TNI-POLRI.
Ketua KPU Kota Serang Nanas Nasihudin mengatakan, satu hari menjelang pelaksanaan Pemilu 2024, KPU Kota Serang melakukan pemusnahan kelebihan surat suara Pemilu 2024.
Baca Juga: Jadwal Tayang Marry My Husband Episode 15 dan 16: Min Hwan Semakin Gila, Ji Hyeok Lakukan Ini
“Hari ini H-1 sebelum pencoblosan KPU Kota Serang melakukan pemusnahan kelebihan surat suara Pemilu 2024 sebanyak 9.752 lembar,” kata Nanas Nasihudin, kepada Bantenraya.com.
Pemusnahan surat suara berdasarkan keputusan KPU RI yang diikat oleh keputusan 1395.
“Bahwa H-1 sisa surat suara rijek atau pun yang rusak itu harus dimusnahkan dengan cara dibakar. Jadi tidak ada satu surat suara yang tersisa rijek maupun rusak,” jelas dia.
Nanas Nasihudin menyebutkan rincian 9.752 lembar surat suara yang rusak terdiri dari surat suara presiden dan wakil presiden ada 175 lembar. Kemudian surat suara DPR RI sebanyak 132 lembar.
Lalu, surat suara DPRD Provinsi Banten 9.156 lembar. Surat suara anggota DPRD Kota Serang 222 lembar, dan surat suara anggota DPD RI 67 lembar.
“Dari sekian surat suara yang rusak maupun rijek itu didominasi surat suara anggota DPRD Provinsi Banten sebanyak 9.156 lembar,” tuturnya.
Baca Juga: TINGGAL COPY! 15 Kata-Kata Bijak Tentang Pemilu 2024 Terbaru, Keren dan Cocok Jadikan Caption Medsos
Nanas Nasihudin menerangkan, penyebab surat suara anggota DPRD Provinsi Banten tercatat lebih banyak, salah satunya karena nomor urutnya hilang.
“Hilang itu bukan karena pada saat proses sorlip (sortir lipat) tapi proses dari percetakan. 9.156 lembar ini kemudian kita sisihkan atau kita pilah sehingga ketemu total 9.156 lembar,” terang Nanas Nasihudin. ***

















