BANTENRAYA.COM – Provinsi Banten merupakan daerah yang erat kaitannya dengan nilai-nilai keislaman. Hal tersebut terlihat dari adat istiadat masyarakat mayoritas di Banten.
Hal tersebut kemudian melatarbelakangi kemunculan berbagai destinasi wisata religi, dan terkadang berbalut dengan mitos atau kepercayaan masyarakat setempat.
Kabupaten Pandeglang, merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Banten yang tak perlu diragukan nilai-nilai keislamannya.
Begitupun dengan dengan destinasi wisatanya. Tak hanya pantai, gunung, atau air terjun, Pandeglang juga kaya dengan destinasi wisata religi.
Salah satunya ialah Batu Quran. Destinasi ini berada di bawah kaki Gunung Karang, tepatnya Desa Cibungbulang, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang. Hanya 300 meter jaraknya dari pemandian Cikoromoy.
Batu Qur’an Pandeglang sendiri merupakan sebuah kolam pemandian dengan air yang jernih dan berada tepat di kaki gunung karang.
Baca Juga: Link DANA Paylater Belum Tersedia, Ini Cara Ajukan Pinjaman Saldo DANA Langsung Cair Hingga Rp1 Juta
Sehingga, ketika berada di sini, kita benar-benar akan merasakan kesejukan airnya dan suasana layaknya di pegunungan.
Di tengah kolam pemandian, terdapat sebuah batu yang berukuran cukup besar. Masyarakat percaya di batu tersebut tertulis ayat-ayat Alquran, namun hanya orang berilmu tinggi yang bisa membacanya.
Masyarakat setempat percaya, tempat tersebut merupakan pijakan dari Syeh Maulana Mansyur atau Sultan Haji sebelum pergi ke Mekah untuk menunaikan ibadah haji.
Baca Juga: SIMAK! Driver Car Maxim Bisa Dapat Potongan Komisi 9 Persen dengan Cara ini
Ketika Syeh Mansyur mengucapkan Basmalah di tempat tersebut, konon ia tiba-tiba sampai di kota Mekah.
Ketika kembali dari Mekah dan sampai di Pandeglang, tempat pijakan Syeh Mansyur mengucurkan air secara terus menerus. Sehingga ia menutupnya dengan Al-Qur’an dan berubah menjadi batu.
Akhirnya, cerita tersebutlah yang menjadi latar belakang pemberian nama pada kolam ini.
Intinya, masyarakat percaya bahwa kolam tersebut merupakan sebuah tempat teleportasi bagi Syeh Mansyur untuk bisa sampai ke Mekah dan kembali ke Banten.
Kebanyakan pengunjung datang ke sini memang untuk berziarah karena mitos-mitos unik di masa lampau yang terkait dengannya.
Selain itu, banyak juga masyarakat, baik lokal maupun daerah lain yang datang berharap bisa dikabulkan doa-doanya setelah berendam di kolam Batu Qur’an tersebut.
Baca Juga: LEMAAHHH! Minta Susu dan Pampers, Bukannya Dikasih Ibu Muda di Kramatwatu Malah Dianiaya Suami
Namun, jika kamu ingin ke sini hanya untuk menikmati kesegaran airnya saja tak masalah. Objek wisata ini jaraknya tak terlalu jauh dari pusat Kabupaten Pandeglang.
Menggunakan sepeda motor, kamu hanya perlu menempuh waktu perjalanan sekitar 17-20 menit dengan jarak 12 kilometer.
Fasilitas di sini juga terbilang cukup lengkap. Terdapat kamar mandi sekaligus ruang ganti, tempat beristirahat, area parkir dan juga pusat oleh-oleh.
Tertarik untuk mengunjungi tempat ini? Selain bisa berendam di air yang sejuk, kamu juga akan menikmati kisah unik dari sejarah terbentuknya kolam tersebut.***
















