LEBAK, BANTEN RAYA- Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Lebak sejak Senin hingga Selasa (9-10/8/2021) dini hari mengakibatkan volume air di Sungai Ciberang di Kecamatan Lebakgedong mengalami peningkatan. Akibatnya, arus sungai cukup kencang yang membuat jembatan darurat di Desa Muara di kecamatan tersebut ambrol.
Informasi yang dihimpun, akibat kondisi tersebut akses warga dari Desa Banjarsari menuju Desa Ciladaeun lumpuh total. Hujan deras juga membuat Sungai Ciujung turut meluap. Sebanyak 329 rumah di Kecamatan Rangkasbitung, Cimarga, Cikulur, Cibadak, serta Kalanganyar, terendam banjir. Bahkan, hingga Selasa (10/8/2021) pagi, genangan air di lima kecamatan itu masih dapat dilihat.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Febby Rizky Pratama mengatakan, ambrolnya jembatan darurat di atas Sungai Ciberang di Lebakgedong, terjadi pada Senin (9/8/2021) malam. Dampaknya, lalu lintas yang menghubungkan Desa Banjaririgasi ke Desa Ciladaeun lumpuh total.
“Jembatan darurat tersebut kini sedang ditangani pihak Pemerintah Provinsi Banten dengan cara memasang besi plat di atas badan jembatan tersebut. Tujuannya, agar pejalan kaki maupun roda dua, bisa kembali melintasinya,” ujarnya kepada bantenraya.com.
Terkait banjir yang terjadi di lima kecamatan, kata dia, hingga kini masih terus melalukan pemantauan. Sebab, bila hujan lebat terjadi lagi, maka bukan tidak mungkin ketinggian banjir akan meningkat sehingga dapat membahayakan warga.
Saksikan Podcast Meja Redaksi di Banten Raya Channel
“Dari pantauan pagi ini, kondisi banjirnya semakin surut, namun tetap saja harus kami waspadai,” kata Febby (hudaya)
















