SERANG, BANTEN RAYA – Memperingati hari jadi ke-14 Kota Serang, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kota Serang mengingatkan dan menagih janji politik Walikota dan Wakil Walikota Serang saat kampanye pemilihan yang sampai saat ini belum banyak yang terealisasi. Salah satunya adalah penataan Pasar Induk Rau (PIR).
Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kota Serang Agus Munandar mengatakan, salah satu janji kampanye yang disampaikan Walikota Serang Syafrudin dan Wakil Walikota Serang Subadri Usuludin yaitu melakukan penataan berbagai sarana dan prasarana serta infrastruktur yang ada di Kota Serang, salah satunya PIR. Sayang janji itu belum maksimal ditepati oleh koalisi Aje Kendor ini.
“Tapi penataannya jauh dari harapan,” kata Agus, Selasa (10/8/2021).
Agus menyatakan, ia mengakui memang ada perubahan kemajuan yang terjadi di Kota Serang dibandingkan dengan saat sebelumnya. Tetapi perkembangan itu sangat lambat dan belum memenuhi ekspektasi masyarakat Kota Serang.
“Pembangunan selain lambat juga masih dirasa belum merata dan lebih cendrung terpusat di Kecamatan Serang,” katanya.
Agus mengatakan, berkali-kali ICMI Kota Serang mengingatkan bahkan menyampaikan kritik tentang pemenuhan ruang terbuka hijau. Namun nyatanya sampai saat ini belum ada penambahan yang berarti bagi ruang terbuka hijau di Kota Serang.
Ia juga menyoroti fungsi RSUD Kota Serang yang ia nilai keberadaanya belum banyak diketahui masyarakat dan secara pelayanan masih mirip puskesmas dibandingkan dengan rumah sakit. Karena itu tidak heran bila masyarakat Kota Serang lebih banyak yang berobat ke Rumah Sakit Dradjat Prawiranegara (RSDP) milik Pemkab Serang dibandingkan dengan RSUD Kota Serang.
“Rumah sakit ini masih banyak yang belum mengetahuinya,” katanya.
Pembangunan infrastruktur di Kota Sersng juga menurutnya sudah terjadi. Hanya saja, belum sesuai dengan keinginan masyarakat.
Bahkan penataan Stadion Maulana Yusuf Ciceri yang semula dinyatakan akan bebas dari pedagang kaki lima buktinya saat ini malah berkembang menjadi pusat perdagangan pedagang kaki lima.
Saksikan Podcast Meja Redaksi di Banten Raya Channel
Masyarakat berharap mendapatkan pelayanan yang mudah dan murah di Kota Serang sebagai Ibu Kota Provinsi Banten. Namun ia menilai masih banyak masyarakat yang sulit dalam mengakses pelayanan publik seperti pembuatan KTP elektronik, kartu keluarga, dan lain-lain.
Agus juga melihat penataan Kota Serang juga perlu mendapatkan perbaikan. Masalah penataan lingkungan bisa silihat dari seringnya banjir terjadi ketika hujan turun meski tidak lebat. (tohir)
















