Jumat, 20 Februari 2026
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
Jumat, 20 Februari 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

Revitalisasi Banten Lama Tak Dongkrak Ekonomi Warga

Dewa Oleh: Dewa
3 Juni 2021 | 09:18
Bagikan Ke WhatsAppBagikan Ke FacebookBagikan Ke TwitterBagikan Ke Telegram

SERANG, BANTEN RAYA – Revitalisasi Kawasan Banten Lama yang dilakukan oleh Pemprov Banten dinilai belum berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar Kawasan Banten Lama.

Hal itu disampaikan oleh tokoh masyarakat dan perwakilan pedagang yang ada di Banten Lama, kepada bantenraya.com, Rabu (2/6/2021).

Ahmad Syafei, tokoh masyarakat Sukadiri, Kecamatan Kasemen, Kota Serang mengatakan, revitalisasi Kawasan Banten Lama memang memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, khususnya masyarakat yang menjadi pedagang di Kawasan Banten Lama. Namun secara umum, ia melihat perbaikan ekonomi dari revitalisasi Kawasan Banten Lama belum merata seluruhnya.

“Secara umum belum membawa dampak positif bagi semua pedagang,” katanya.

Syafei mengatakan, salah satu penyebab tidak meratanya peningkatan ekonomi pedagang dan masyarakat sekitar, karena sampai saat ini Pemprov Banten belum menyelesaikan inti masalah di Kawasan Banten Lama. Menurutnya, inti masalah yang harus pertama kali dibenahi adalah pedagang.

“Kalau pedagang sudah dibenahi, untuk membenahi yang lain bisa lebih mudah,” katanya.

Ia mencontohkan, pedagang akan tetap tidak akan tertata rapi selama belum ada lokasi berjualan permanen yang dibuat pemerintah daerah. Karena itu, yang pertama kali harus dilakukan dan difokuskan adalah membuat dan menata lokasi berjualan.

Namun, penyediaan tempat berjualan saja tidak cukup mampu mengatur pedagang. Watak pedagang adalah mendatangi keramaian, sehingga selain menyiapkan tempat berjualan juga penataan terminal harus menjadi prioritas. Ketika kendaraan sudah terpusat di satu titik dan tempat berjualan diletakan di dekat itu, maka dengan sendirinya para pedagang akan mudah diatur.

“Kalau sekarang semua dibangun. Seharusnya fokus pembangunan terminal dan kios pedagang dulu, baru yang lain,” kata Syafei.

BACAJUGA:

Jalan berlubang di Kota Serang ditanami pohon pisang

Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Pabuaran Tanami Pohon Pisang di Jalan Berlubang

19 Februari 2026 | 21:36
Razia PPKS Kota Serang

Razia PPKS di Kota Serang, Belasan Orang Terjaring dan Diberi Edukasi

19 Februari 2026 | 21:09
KM Marina 7

Kapal Nelayan KM Marina 7 Terbakar di Perairan Barat Pulau Ular Ciwandan, Satu ABK Meninggal dan 2 Lainnya Masih Pencarian

19 Februari 2026 | 21:06
Saung Kita Cikupa

Saung Kita Cikupa Sediakan Free Ta’jil Selama Ramadan 2026

19 Februari 2026 | 20:50

Syafei menuturkan, memang saat ini ada para pedagang yang masih bisa berjualan, ada yang menempati lokasi strategis yang banyak dilalui pengunjung Banten Lama. Namun di luar itu, banyak juga pedagang yang tidak mendapatkan posisi berjualan strategis bahkan banyak yang tidak bisa berjualan.

Rodiah, salah seorang pedagang mengamini bahwa setelah revitalisasi Kawasan Banten Lama aktivitas berjualannya saat ini semakin sulit. Bila dahulu ia bisa berjualan di dekat menara Masjid Banten Lama, saat ini hal itu tidak bisa dilakukan lagi.

Ia juga mengakui adanya penurunan pendapatan setelah dilakukannya revitalisasi Kawasan Banten Lama. Sebab saat ini aktivitas berjualan kerap harus bersinggungan dengan para petugas yang berjaga. Tak jarang terjadi ketegangan bahkan baku hantam antara pedagang dan petugas.

Ketegangan semacam ini sebenarnya bisa tidak terjadi bila penataan pertama yang dilakukan adalah fokus pada penataan lokasi berjualan. Para pedagang sendiri jauh sebelum revitalisasi sudah menyampaikan kepada pemerintah daerah mereka menginginkan agar lokasi berjualan dibuat agar dapat dilintasi pengunjung. Namun kenyataannya pemerintah daerah membuatkan kios yang berlainan dengan keinginan dan harapan para pedagang.

BACA JUGA: 3 Tahun Dibiarkan Kosong, Kios KPW Banten Lama Kini Siap Ditempati dan Gratis Selama 6 Bulan

Pengamat ekonomi dari Universitas Banten Jaya Mirza Abdi Khairuzy mengatakan bahwa selain pandemi, lambatnya pertumbuhan ekonomi di kawasan Banten Lama pasca revitalisasi adalah karena perencanaan revitalisasi tidak disertai dengan perencanaan ekonomi untuk masyarakat sekitar.

Padahal, sebenarnya pemerintah bisa memberdayakan masyarakat setempat untuk menjadi tour guide atau pemandu wisata di sekitar kawasan. Dalam penelitian yang dilakukan pihaknya, pengunjung ke Banten Lama naik berkali-kali lipat dibandingkan sebelum revitalisasi. Semestinya, kenaikan pengunjung yang berkali-kali lipat itu bisa linear dengan meningkatkan taraf ekonomi masyarakat sekitar.

“Olah karena itu, harus ada pelatihan untuk masyarakat setempat agar bisa menangkap potensi yang ada,” katanya. (tohir/rahmat)

 

Editor: Administrator
Tags: pedagang kesulitan berjualanrevitalisasi Banten Lama
Previous Post

Lumpi Snack, Snack Rintil Gurih dari Kulit Lumpia

Next Post

PLN Group Sajikan Internet Andal

Related Posts

Jalan berlubang di Kota Serang ditanami pohon pisang
Daerah

Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Pabuaran Tanami Pohon Pisang di Jalan Berlubang

19 Februari 2026 | 21:36
Razia PPKS Kota Serang
Daerah

Razia PPKS di Kota Serang, Belasan Orang Terjaring dan Diberi Edukasi

19 Februari 2026 | 21:09
KM Marina 7
Daerah

Kapal Nelayan KM Marina 7 Terbakar di Perairan Barat Pulau Ular Ciwandan, Satu ABK Meninggal dan 2 Lainnya Masih Pencarian

19 Februari 2026 | 21:06
Saung Kita Cikupa
Daerah

Saung Kita Cikupa Sediakan Free Ta’jil Selama Ramadan 2026

19 Februari 2026 | 20:50
Pengamat Edi M Abduh menyatakan keberhasilan Robinsar dan Fajar menyeimbangkan anggaran.
Daerah

Pengamat Nilai Kepemimpinan Robinsar dan Fajar Berhasil Hadapi Guncangan Anggaran, Dari Hutang Sekarang Menjadi Surplus

19 Februari 2026 | 20:25
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Cilegon Ahmad Aflahul Aziz
Daerah

Dewan Cilegon Minta Pemerintah Kaji Ulang Penurunan NJOP Industri

19 Februari 2026 | 20:23
Load More

Popular

  • Samsung Galaxy A57

    Spesifikasi Samsung Galaxy A57, Bakal Hadir Setelah Lebaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BRI Super League, Rekor Mentereng Persis Solo FC Siap Binasakan PSBS Biak di Manahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Targetkan Posisi 3 Besar di Porprov Banten, KONI Kabupaten Serang Minta Satukan Tekad untuk Sinergi Berprestasi 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pensiunan Krakatau Steel Mengadu ke Anggota Dewan, Buntut Perusahaan Alot Naikkan Dana Pensiun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Arti Kalimat ‘Nyawit Nih Orang’ yang Banyak Digunakan di Media Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ‎Pemkot Serang Atur Jam Kerja ASN Selama Ramadan, Tekankan Puasa Tidak Menganggu Rutinitas Pekerjaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buntut Perang Komentar SEAblings vs Knetz, TikToker Lansia Ini Kena Imbas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tim TPP Balon Ketua KONI Kabupaten Serang 2026-2030 Telah Terbentuk, Sat Set Laksanakan Tugas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Raport Hijau Arema FC Bikin Singo Edan Percaya Diri Taklukkan Sape Kerab di Madura

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Samsung Siap Luncurkan 2 Ponsel Keren, Performanya Mirip Flaghsip Killer

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Petugas Dapur SPPG Yayasan Sukaratu 6, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, memperlihatkan selembar surat cinta dari siswa yang terselip dalam ompreng MBG, Rabu 11 Februari 2026. (Dokumentasi Bantenraya.com)

Selipkan Pesan di Ompreng MBG, Peserta Didik di Pandeglang Request Menu: Minta Nasi Goreng hingga Ayam

12 Februari 2026 | 05:00
SMAN 1 Cimarga

Pengakuan Siswi SMAN 1 Cimarga yang Ikut Mogok Sekolah, Bukan Dukung Siswa Merokok tapi……

18 Oktober 2025 | 12:16
Kabupaten serang PT PWI

Sempat Produksi Sepatu di Kabupaten Serang, PT PWI 1 Bakal Bangkit Buka Usaha Baru di Cikande

2 Februari 2026 | 17:11
matahari cilegon

Gedung Eks Matahari Lama Cilegon Mulai Dibersihkan, Bakal Jadi Gedung UMKM

8 Januari 2026 | 18:36

Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional, Bjb Backup Total Pembiayaan UMKM

Asooooy… Kepala Desa akan Diajak Studi Banding ke Korea dan China

Seluruh Ospek di Kampus Diputuskan Digelar Online, Termasuk di Banten

Mudik Resmi Dilarang, Efektif 24 April

Jalan berlubang di Kota Serang ditanami pohon pisang

Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Pabuaran Tanami Pohon Pisang di Jalan Berlubang

19 Februari 2026 | 21:36
Tecno Camon 50 Ultra

Tecno Camon 50 Ultra Siap Jadi Monster di Kelas Menengah, Sudah Kantongi TKDN

19 Februari 2026 | 21:29
Razia PPKS Kota Serang

Razia PPKS di Kota Serang, Belasan Orang Terjaring dan Diberi Edukasi

19 Februari 2026 | 21:09
KM Marina 7

Kapal Nelayan KM Marina 7 Terbakar di Perairan Barat Pulau Ular Ciwandan, Satu ABK Meninggal dan 2 Lainnya Masih Pencarian

19 Februari 2026 | 21:06

Tag

2022 Andra Soni ASN banjir Banten BRI Brigadir J BRI Super League Cilegon drakor drama Korea Film Harga Tiket Helldy Agustian Indonesia Jadwal jadwal tayang Kabupaten Lebak kabupaten serang Kota Cilegon Kota Serang Lebak link nonton link twibbon lowongan kerja Pandeglang Pemkot Cilegon pemkot serang Pemprov Banten pilkada Preman Pensiun 6 Preman Pensiun 7 profil provinsi banten Ramadhan Robinsar serang sinopsis spoiler spoiler sub indo Timnas Indonesia Twibbon UMKM viral
Banten Raya

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda

Nomor ID Pers : 26666 | Status Pendataan : Terverifikasi Faktual | Sertifikat : 1393/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Digital Banten Raya
  • Ecommerce Banten Raya
  • Siding Banten Raya
  • Share Banten Raya

Ikuti Kami

  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda