BANTENRAYA.COM – Tanggal 25 November setiap tahunnya merupakan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).
Dalam artikel ini, disajikan susunan upacara HUT PGRI sebagai panduan yang dapat digunakan sebagai teks protokoler pada peringatan tersebut.
Perlu diingat, 25 November juga diperingati sebagai Hari Guru Nasional (HGN) di Indonesia. Namun, tahukah kamu bahwa tanggal tersebut sekaligus menjadi hari jadi PGRI?
Baca Juga: Ayah Mainkan Gitar dengan Merdu Sambil Momong Anak di Atasnya, viral di TikTok!
PGRI, singkatan dari Persatuan Guru Republik Indonesia, adalah organisasi keguruan di Tanah Air.
Setiap tahun, PGRI merayakan hari ulang tahunnya pada tanggal 25 November, dan tahun ini merupakan peringatan HUT PGRI yang ke-78.
Sejarah PGRI tidak terlepas dari perjuangan pada masa penjajahan, sehingga perayaan HUT PGRI menjadi momen penting.
Tidak lain untuk menghormati jasa guru-guru yang telah berjuang keras memajukan pendidikan di Indonesia.
Peringatan HUT PGRI biasanya dimulai dengan upacara di setiap sekolah.
Sebagai panduan, berikut adalah susunan upacara HUT PGRI yang dikutip dari bantenraya.com dan kemdikbud.go.id:
Baca Juga: Pendaftaran Lowongan Kerja Bulog 2023: Peluang Karir di Bidang Logistik
1. Pemimpin upacara memasuki lapangan upacara.
2. Pembina upacara tiba di tempat upacara.
3. Penghormatan kepada pembina upacara.
4. Laporan pemimpin upacara.
5. Pengibaran bendera Merah Putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya oleh korsik/paduan suara.
6. Mengheningkan cipta dipimpin oleh pembina upacara.
7. Pembacaan teks Pancasila diikuti oleh seluruh peserta upacara.
8. Pembacaan naskah Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945.
Baca Juga: 1.424 Anak Yatim di Kabupaten Serang Terima Bantuan dari Kemensos, Masing-masing Dapat Rp200.000
9. Penganugerahan Tanda Kehormatan Satya Lancana Pendidikan (jika ada).
10. Menyanyikan lagu Hymne Guru.
11. Amanat pembina upacara (Pidato Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi).
12. Menyanyikan lagu Terima Kasih Guruku.
Baca Juga: Apa Itu Tren Slavic Girl di TikTok yang Viral dan Buat Heboh? Simak Penjelasannya di Sini
13. Pembacaan do’a.
14. Laporan pemimpin upacara.
15. Penghormatan kepada pembina upacara.
16. Pembina upacara meninggalkan mimbar upacara.
17. Upacara selesai, barisan dibubarkan.
Keterangan: Sebelum pembacaan doa, petugas pembaca doa diharapkan menjelaskan bahwa doa upacara dibacakan secara agama Islam, sambil mempersilakan peserta upacara yang tidak beragama Islam untuk berdoa sesuai dengan keyakinan masing-masing.
Dengan memahami dan mengikuti susunan upacara tersebut, diharapkan peringatan HUT PGRI 2023 dapat berlangsung dengan khidmat dan menghormati peran guru dalam pembangunan pendidikan di Indonesia.***


















