BANTENRAYA. COM – Tokoh muda Kota Cilegon sekaligus Ketua Umum Ikatan Alumni Keluarga Mahasiswa Cilegon (IKAKMC) Firman merespon sejumlah pandangan negatif soal Kartu Cilegon Sejahtera atau KCS.
Termasuk juga serangan politik yang masih terus didegungkan dewan.
Diketahui, dalam KCS tersebut ada 4 manfaat yang dijanjikan saat kampanye pasangan Helldy Agustian dan Sanuji Pentamarta yang sekarang menjadi Walikota dan Wakil Walikota Cilegon.
4 manfaat tersebut yakni, lapangan pekerjaan, beasiswa pendidikan, bantuan kesehatan dan bantuan modal UMKM.
Baca Juga: Lirik Lagu Sanggup jadi Soundtrack Film Bismillah Kunikahi Suamimu dari Asila Maisa
Menurut Firman, jika manfaat KCS sebagian sudah berjalan, misalnya kesehatan dengan UHC. Lalu, ada pengentasan penggguran menurun sekarang peringkat 4, beasiswa full sarjana dan terakhir yakni bantuan UMKM.
“Semuanya secara data sudah jelas, UHC pada Februari 2023 sekarang sudah 97,71 persen. Pengguran sekarang sebelumnya peringkat 7 sekarang peringkat 4. Beasiswa 2021 telah diberikan beasiswa kepada 523 mahasiswa, di tahun 2022 sebanyak 1208 mahasiswa, lalu ada juga bantuan UMKM yang terus digelontorkan,” katanya, Rabu 22 Februari 2023.
Disisi lain, Firman juga mengkritik apa yang disampaikan sejumlah dewan yang mengkritik KCS. Jika apa yang di sampaikan, tidak berdasar.
“Kami paham soal fungsinya sebagai lembaga budgeting, controlling, pembuatan perda dan legislasi. Tapi tentu kritik yang harus diberikan harus berdasarkan data. Jangan hanya menyalahkan tapi tidak melihat jika itu sudah dilakukan,” ujarnya.
Baca Juga: Link Download Novel Hati Suhita, Kisah Perjodohan Antara Alina Suhita dengan Gus Birru
Firman berharap, pihaknya berharap isu soal KCS tidak hanya sekedar iau politik saja. Namun, jika ingin di kritik maka dasarnya harus jelas. Saat ini, masyarakat sudah bisa menilai.
“Pada akhirnya masyarakat yang akan menilai. Berbagai program untuk masyarakat bukan seharusnya dikritik tanpa dasar. Namun, harus lebih berdasarkan data dan fakta,” ucapnya.
Sebelumnya KCS sendiri menjadi isu yang masih terus menggelinding di sejumlah tokoh politik dan DPRD Kota Cilegon.
Dimana sebagain masih mempertanyakan soal KCS yang dinilai belum jelas realisasinya. *

















