BANTENRAYA.COM – Remaja bernama Oki (15) asal Kampung Legok Noong, Desa Kaduagung Timur, Kabupaten Lebak yang tenggelam di sungai Ciujung berhasil ditemukan, Jumat 21 Desember 2022.
Ia ditemukan 200 meter dari lokasi kejadian di Kecamatan Ciujung.
Tim Basarnas Banten Galih mengatakan, korban ditemukan oleh tim gabungan Kamis pukul 10.30 WIB setelah pencarian selama hampir 24 jam.
Baca Juga: Wisata Ranggawulung Diserbu Pengunjung, Disbudpar Lebak Bangun Gapura Khusus
“Alhamdulillah korban telah berhasil ditemukan, setelah beberapa hari kami mencari korban akhirnya ditemukan yang lokasinya tidak jauh dari TKP,” katanya kepada Banten Raya usai melakukan pencarian di Sungai Ciujung, Kamis 22 Desember 2022.
Ia mengungkapkan, upaya yang telah dilakukan adalah dengan cara melakukan penelusuran disekitar lokasi kejadian serta penelusuran sampai ke jembatan Pamarayan.
“Kami membagi dua tim dibantu oleh warga sekitar, Polsek Cibadak, BPBD Lebak, dengan menggunakan perahu karet, kami cukup terkendala karena arus sungai yang kencang, namun kamu terus berusaha untuk lakukan pencarian,” ungkapnya.
Baca Juga: Kecepatan Angin di Pelabuhan Merak 32 Knot, Kapal Tak Bisa Sandar
Galih menambahkan, jenazah korban langsung dibawa oleh pihak keluarga untuk di makamkan.
“Semoga keluarga korban bisa diberikan ketabahan, dan korban bisa diampuni segala dosa-dosanya, kami juga turut berbelasungkawa atas insiden yang terjadi kepada korban,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak Febby Rizki Pratama membenarkan kejadian tersebut.
Ia menuturkan, pada Rabu pukul 15.00 WIB lima remaja atas nama Oki, Rizki, Adam, Opan, dan Deni berangkat dari Kampung Legok Noong, Desa Kaduhung Timur dengan maksud akan berenang di sungai Ciujung.
“Setelah itu mereka langsung berenang, ternyata salah satu dari mereka yaitu Opan tenggelam lantaran tidak bisa berenang, nah disitu Oki berusaha menolong Opan, setelah Opan selamat, Oki pun tenggelam diduga akibat kelelahan,” tuturnya.
Ia mengungkapkan, pencarian sempat dihentikan karena satu hari proses pencarian korban tidak kunjung ditemukan. Namun, tim gabungan yang dibantu oleh warga tidak menyerah.
“Nah pada malam harinya, kami meminta petunjuk dari ustadz setempat untuk mendoakan korban agar segera ditemukan, yang jadi keanehan ustadz bilang jasad korban akan ditemukan pada Kamis, untuk jam tidak lebih dari jam 11.00 WIB, akhirnya kami pun melalukan pencarian kembali, alhasil apa yang dikatakan ustadz itu benar,” ungkapnya. (mg-sahrul) ***















