BANTENRAYA.COM – Kasus penyakit kencing tikus atau Leptospirosis mulai dilaporkan terjadi sejumlah daerah.
Kemunculan penyakit kencing tikus seiring dengan meningkatkan intensitas hujan hingga berdampak terjadinya genangan air hingga banjir.
Lalu sebenarnya apa itu penyakit kencing tikus dan sapa saja gejalanya? Berikut Bantenraya.com rangkum untuk penjelasannya dari berbagai sumber.
Baca Juga: Hati-hati! 3 Daerah di Banten Kini Masuk Zona Oranye Covid-19, Kembali Tetapkan Protokol Kesehatan
Kencing tikus atau Leptospirosis merupakan penyakit penyerta banjir yang jarang diketahui oleh masyarakat.
Leptospirosis adalah penyakit yang ditularkan melalui air seni atau air kencing hewan, salah satunya adakah tikus.
Air yang terkontaminasi kencing tikus akan membawa bakteri yang terkandung didalamnya dan menginfeksi manusia.
Baca Juga: Hujan Deras Tak Kunjung Berhenti, Jalan Takari Akses Menuju Pantai Anyer Tertutup Longsor
Adapun cara menginfeksi adalah bakteri yang masuk melalui kulit yang lecet atau selaput lendir.
Proses infeksi berlangsung pada saat terjadi kontak dengan banjir atau genangan air sungai hingga selokan dan lumpur.
Apa tanda jika seseorang terkena penyakit kencing tikus, berikut adalah gejala yang biasa timbul dari penderita.
Baca Juga: Resmi Jadi WNI, Jordi Amat Ternyata Berdarah Makassar dan Sandy Walsh Berdarah Purworejo
– Demam mendadak
– Mual
– Diare
– Mata merah
Baca Juga: LINK NONTON Timnas Indonesia U20 Jajal Timnas Prancis di Spanyol, Berakhir dengan Pembantaian?
– Sakit perut
– Kekuningan pada kulit
– Sakit kepala
– Nyeri otot betis
Baca Juga: Kecantikan Istri Presiden Korea Selatan Jadi Sorotan Warga Indonesia, Air Liur Jangan Sampai Menetes
Penanganan
Infeksi pada Leptospirosis dapat diobati dengan obat antibiotik yang berfungsi sebagai pembasmi bakteri dan mengembalikan fungsi tubuh yang terganggu akibat infeksi ini.
Selain obat antibiotik, obat pereda nyeri seperti paracetamol juga bisa diberikan untuk mengatasi gejala awal leptospirosis, seperti demam, sakit kepala atau nyeri otot.
Jika gejala tak kunjung mereda sebaiknya untuk mengunjungi faislitas kesehatan terdekat agar mendapat penanganan yang lebih tepat. ***

















