BANTENRAYA.COM – Direktur Utama PT Krakatau Bandar Samudera selaku operator Krakatau International Port Akbar Djohan baru saja meraih penghragaan bergengsi.
Akbar Djohan meraih penghargaan The Most Innovative CEO in Creating an International Industrial Non-Container Hub Port in Indonesia.
Pemberian penghargaan tersebut diberikan oleh Bisnis Indonesia Group dalam acara Bisnis Indonesia Logistics Awards 2022.
Acara tersebut digelar pada Selasa, 8 November 2022 di Hotel Manhattan, Jakarta.
Baca Juga: Cicilan Rumah Nunggak Tiga Bulan, Raffi Ahmad Siap Bantu Jessica Iskandar: Benar Ya!?
Acara ini dibuka oleh Menteri Perhubungan Republik Indonesia Budi Karya Sumadi dan Presiden Komisaris Bisnis Indonesia Group Hariyadi Sukamdani.
Chief Executive Officer atau CEO Krakatau International Port atau KIP, Akbar Djohan menyampaikan, penghargaan ini menjadi penambah semangat baginya di KIP untuk terus berinovasi dalam mengembangkan Pelabuhan Non-Kontainer Internasional terbaik di Indonesia.
“Penghargaan ini berkat kerjasama semua tim yang ada di KIP, tidak mengenal waktu dalam bekerja untuk menciptakan revenue bagi perusahaan yang baik dan konsisten,” ujar Akbar.
Meski baru setara dengan 4,24 peersen dari PDB nasional, kontribusi sektor logistik dan rantai pasokan tak bisa dianggap remeh di tengah rontoknya industri-industri strategis lainnya.
Baca Juga: Full Jadwal! Joko Widodo Hadiri KTT ASEAN ke 40 dan ke 41 Sebelum G20 di Bali
Akbar menambahkan, KIP sebagai Pelabuhan Curah atau non-kontainer terbesar di Indonesia memiliki visi untuk terus mendorong, ekonomi maritim terus maju dan menjadi berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi maritim Indonesia.
Sektor logistik yang mendapat berkah langsung tersebut utamanya dari kegiatan transportasi dan pergudangan.
Pada tahun lalu saja, kontribusi transportasi dan pergudangan terhadap nilai PDB mencapai Rp719,63 triliun.
“Tantangan yang kita hadapi saat ini, bagaimana mempersiapkan strategi utk menjaga rantai pasok logistik ditengah ketidakpastian ekonomi global, hal ini KIP telah canangkan dengan berbagai inovasi dengan gagasan menjadi alternatif pelabuhan curah apabila Tanjung Priuk Over Load, dengan fasilitas yang sangat baik dimiliki oleh KIP, mampu untuk mengatasi berbagai masalah yang ada,” tegas Akbar.
Baca Juga: Presiden Jokowi Teken Naturalisasi Jordi Amat dan Sandy Walsh, Tinggal Diambil Sumpah?
Diketahui, kapasitas terpasang KIP saat ini juga lebih dari Pelabuhan Tanjung Priok. Misalnya, kedalaman pelabuhan yakni -21 meter Low Water Spring atau lebih dalam dari Priok yakni hanya kurang dari14 meter LWS.
Dengan kedalaman tersebut, pelabuhan itu bisa menerima kapal berukuran besar dengan kapasitas 200.000 DWT.
Tidak hanya itu, kapasitas pelayanan di Krakatau International Port tercatat 25 juta ton per tahun. Pada 2021, pelabuhan melayani 16,8 juta ton muatan dry bulk, 2,8 juta ton general cargo, dan 0,5 juta ton liquid.***















