BANTENRAYA.COM – Seorang netizen yang juga pemilik sebuah pabrik alat dan mesin pertanian (alsintan) di Mlilir, Madiun, bernama Heru Lelono atau @her_alone menagih janji Presiden Joko Widodo untuk membeli 1.000 alsintan buatannya.
Dalam cuitan Heru Lelono mengatakan jika pada tahun 2015 atau sekitar tujuh tahun lalu, Jokowi bersama dengan Mentri Pertanian yang saat itu dijabat oleh Amran Sulaiman datang ke pabrik peralatan pertanian di Mlilir, Madiun.
“Alkisah Presiden @jokowi hadir dipabrik peralatan pertanian kami di Mlilir Madiun. Atas info Mentri Pertanian saat itu Amran, beliau mengatakan bahwa pemerintah memerlukan sekitar 60rb alsintan pemanen padi. Lalu menanyakan kemampuan produksi kami,” dalam cuitannya yang dikutip Bantenraya.com, Kamis 10 November 2022.
Heru Lelono mengungkapkan pada saat kunjungan itu, Presiden Jokowi meminta Gubernur Jatim Soekarwo, Komut Bank Jatim, serta pejabat Bank yang hadir untuk membantu pinjaman modal, agar bisa memproduksi 1.000 alsintan pesanan presiden.
Baca Juga: Banten Punya Pahlawan, Ada 5 yang Wajib Diketahui
“Beliau minta Bank untuk bantu membiayai. Pendek cerita akhirnya pabrik kami bekerja keras memproduksi 1000 mesin sesuai permintaan presiden. Sepanjang perjalanan produksi, tanda-tanda pembelian oleh pemerintah seperti diliputi kabut tebal,” ungkapnya.
Namun, Heru Lelono menjelaskan saat menagih janji Jokowi ke istana presiden, dirinya hanya mendapat surat jawaban jika tidak ada uang untuk membeli alsintan hasil produksi pabriknya.
“Bahkan bawa surat dan datang sendiri ke istana, yg hasilnya hanya selembar surat Setneg. Saat membawa surat Setneg ke Menteri Arman, dijawab tidak ada uang. Di lapangan, barang impor masih datang, artinya masih dibeli. Tahun berganti, Stok mesin dan berbagai komponen menumpuk,” jelasnya.
Heru Lelono menegaskan jika saat ini dirinya memiliki hutang ke Bank yang harus diangsurnya hingga kini.
Baca Juga: Sadio Mane Dilaporkan Cidera, Sinyal Senegal Kehilangan Kekuatan di Piala Dunia 2022?
“Sementara perusahaan harus terus mengangsur hutang ke Bank, dan menggaji karyawan kan? Nilai uang “berhenti” perusahaan berupa berbagai stok saat ini lebih dari 30 milyar. Saya terus minta
@KyaiMblebes untuk sekuat mungkin tidak melakukan PHK karyawan,” tegasnya. (***)


















