BANTENRAYA.COM – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dirayakan tiap tahun tepatnya di bulan Rabiul Awal.
Maulid Nabi Muhammad SAW diperingati setiap tanggal 12 Rabiul Awal.
Tahun 1444 Hijriah atau 2022 Masehi, Maulid Nabi Muhammad SAW diperingati esok hari, tepatnya Sabtu 8 Oktober.
Baca Juga: Apa yang Dilakukan Bang Edi Saat Sendirian di Rumah Jika Agus dan Yayat Tak Ada? Ini Jawabannya
Umat muslim di dunia termasuk di Indonesia dianjurkan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW memiliki keutamaan yang pahalanya berlipat ganda.
Dikutip Bantenraya.com dari nu.or.id, ada 5 keutamaan merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Baca Juga: Gara-gara Pernyataan Dadang Indarto di Mata Najwa, Bayu Skak Malu Jadi Orang Malang
Menurut Sayyid Muhammad al-Maliki dalam kitab Syarh Maulid ad-Diba’I.
Pertama, merayakan Maulid Nabi sebagai wujud rasa bahagia dan gembira atas kelahiran Baginda Nabi Muhammad saw memberikan manfaat di dunia dan akhirat.
Sebab, diceritakan bahwa Abu Lahab, seorang yang membenci dakwah Nabi, mendapatkan keringanan siksanya di setiap hari Senin mengingat sosoknya bergembira dengan kelahiran Nabi Muhammad.
Baca Juga: Viral Pesanan Tak Sesuai, Dua Sosok Tegap Ngamuk di Gudang Shopee Hajar Satpam dan Karyawan
Bahkan, saking bahagianya, Abu Lahab sampai memerdekakan budaknya yang bernama Tsuwaibah.
Kedua, Nabi Muhammad banyak bepuasa di Senin sebagai ungkapan rasa syukur atas kelahirannya.
Tentu, umat Islam sebagai pengikut Nabi harus mengungkapkan rasa syukurnya atas kelahiran Baginda Nabi Muhammad saw dengan merayakannya.
Baca Juga: 8 Link Twibbon Maulid Nabi Muhammad SAW 2022, Bingkai Foto yang Kekinian
Ketiga, Allah memerintahkan umat Islam untuk berbahagia dengan rahmat dan pertolongan yang Allah berikan. Hal tersebut termaktub dalam Alquran Surat Yunus ayat 58.
“Katakanlah (Muhammad), ‘Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira”.
Sementara rahmat terbesar yang Allah berikan bagi umat Islam adalah lahirnya Baginda Nabi Muhammad SAW. Allah swt menegaskan hal tersebut dalam Alquran Surat Al-Anbiya’: 107.
Baca Juga: Siapa Joko Kendil? Musafir yang Mengaku Naik Macan Putih untuk ke Gunung Muria
“Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam semesta”.
Keempat, perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW kerap diisi dengan pembacaan sejarah kehidupan Nabi, mulai dari kelahiran, budi pekerti, ciri-ciri fisik, kemuliaan serta mukjizat yang diberikan Allah kepada Nabi.
Hal demikian tentu dapat menumbuhkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad serta meneguhkan keimanan kita.
Baca Juga: Sosok Akhmad Hadian Lukita, Arsitek dan Lulusan ITB yang juga Pecinta Formula Satu
Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW juga diisi dengan banyak membaca shalawat kepada Nabi. Hal ini sejalan dengan firman Allah swt dalam Alquran Surat Al-Ahzab ayat 56.
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”
Kelima, perayaan Maulid Nabi merupakan bid’ah hasanah (baik) kerap diisi dengan ceramah agama dan nasihat yang bermanfaat serta suguhan makanan yang diberikan kepada para hadirin.
Baca Juga: Dadang Aremania Viral di Twitter, Ini Pernyataannya yang Bikin Heboh di Acara Mata Najwa
Dalam pandangan Sahabat Abdullah bin Mas’ud, perkara yang dilihat umat Islam sebagai perkara yang baik maka perkara tersebut baik di sisi Allah, dan perkara yang dilihat umat Islam sebagai perkara yang buruk maka perkara tersebut buruk di sisi Allah” (HR Ahmad).
Selain itu, perayaan Maulid Nabi dihukumi sunnah mengingat tujuannya adalah meneladani Baginda Nabi serta bershalawat kepadanya.
Tidak semua yang tidak dilakukan oleh Nabi adalah tercela. Perayaan Maulid Nabi sejak dahulu memberikan manfaat dan dampak positif bagi masyarakat luas.
Itulah 5 keutamaan merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW. Semoga bermanfaat. ***


















