BANTENRAYA.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Pertemuan Jokowi dan Ganjar tersebut bertepatan dengan momentum deklarasi NasDem yang mengusung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai Capres 2024, Senin 3 Oktober 2022.
Dalam unggahan foto yang dibagikan Ganjar Pranowo dalam akun Instagramnya di @ganjar_pranowo, tampak Jokowi yang mengenakan kemeja putih lengan panjang dan celana hitam.
Baca Juga: Buntut Tragedi Kanjuruhan, Kapolri Copot Kapolres Malang hingga 18 Anggota Diperiksa Propam
Ia bersalaman dan bercengkrama dengan Ganjar yang mengenakan seragam dinas cokelat sesaat setelah turun dari pesawat di Landasan Utama TNI AD Jenderal Ahmad Yani, Kota Semarang, Jateng.
Keduanya dijadwalkan menghadiri kegiatan groundbreaking pabrik Wavin di Grand Batang City atau Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).
Usai menghadiri kegiatan groundbreaking, Ganjar Pranowo mengaku senang di tengah sulitnya ekonomi imbas pandemik Covid-19 dan krisis ekonomi global banyak investasi masuk ke Jawa Tengah.
Baca Juga: Penetapan DOB Cilangkahan Masih Terbentur Moratorium
Hal ini, menurut Ganjar adalah bukti kepercayaan investor terhadap Indonesia khusunya Jateng.
“Menurut saya itu menunjukkan kepercayaan Indonesia di kancah luar bahwa kita negara yang siap dalam situasi apa pun dan kondusif sehingga investasi masuk,” katanya.
Wavin sendiri merupakan anak usaha Orbia dan bergerak pada bidang bangunan dan infrastruktur.
Wavin menjadi salah satu dari 10 perusahaan besar dunia yang sudah berinvestasi di Ground Batang City.
Baca Juga: Profil Inka Putri Pratiwi Pemeran Feni di Preman Pensiun 6, Ternyata Seorang Pembalap Nasional
Perusahaan asal Belanda itu akan mendirikan pabrik di lahan seluas 20 hektar di areal Grand Batang City. Pabrik itu ditarget akan mulai beroperasi pada tahun 2024.
Menurut laporan Kementerian Investasi/BKPM pada 23 November 2020, komitmen investasi Wavin tercapai dalam pertemuan di Den Haag, Belanda, pada 11 November 2020.
Dalam laporan tersebut disebutkan pula nilai investasi Wavin di Indonesia sebesar 125 juta dolar AS (sekira Rp1,9 triliun berdasarkan kurs 3 Oktober 2022) dengan proyeksi penyerapan 400-500 tenaga kerja secara langsung.
“Tentu senang ya hari ini Presiden hadir dan bisa menunjukkan kepada dunia di tengah situasi ekonomi yang sulit, investasi masih masuk di Jawa Tengah dan kita tunjukkan bahwa tingkat layanan kita pada investasi sangat serius,” katanya.
Menurut Ganjar, masuknya investasi dari Wavin yang sudah melakukan groundbreaking bersama Presiden Jokowi menunjukkan pada dunia bahwa investasi jalan terus dan negara ini terpercaya untuk investasi.
Sepeti apa yang disampaikan oleh Presiden Jokowi, kalau negara itu tidak dipercaya maka tidak akan mungkin dalam situasi ekonomi yang sulit seperti ini ada investasi masuk.
Baca Juga: Luput dari Perhatian Pejabat Setempat, Dinsos Data Janda Miskin di Bulakan Cilegon untuk Masuk DTKS
“Jadi ini pelajaran yang cukup bagus di mana kawan-kawan di daerah, di Kabupaten Batang, tentu banyak di kabupaten/kota lain yang lain yang pra bupati/walikotanya sungguh-sungguh,” .
“Bagaimana investasi bisa masuk, layanannya mudah, murah, cepat dan integritasnya terjaga. Mudah-mudahan ini men-trigger daerah-daerah lain untuk nanti mempercepat atau mendorong investasi bisa berjalan,” jelas Ganjar.
Presiden Jokowi dalam sambutannya mengatakan bahwa investasi saat ini menjadi rebutan banyak negara.
Baca Juga: Menangkan Elektabilitas, Parpol Perlu Umumkan Capres untuk Branding
Sebab dalam situasi dunia yang sedang sulit semua, investasi dapat memberikan nilai tambah sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan.
Penerimaan negara, baik dalam bentu pajak maupun cadangan devisa akan muncul.
“Dulu kita impor, setelah ada pabrik jadi impor sudah tidak ada lagi. Di Jateng tercipta lapangan kerja yang tidak kecil,” tuturnya.
“Inilah yang terus akan kita kejar, investasi apapun karena sekali lagi itu menciptakan lapangan kerja. Pajak menambah penerimaan negara. Ini juga men-trigger perekonomian negara,” ungkapnya
Dalam lawatannya ke Jateng, Jokowi turut didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung.
Sekretaris Militer Presiden Laksda TNI Hersan, Komandan Paspampres Marsda TNI Wahyu Hidayat Soedjatmiko, dan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin. ***

















