BANTENRAYA.COM – Kabar perceraian Bupati Purwakarta dibenarkan oleh pengadilan Agama dan resmi bercerai dengan sang suami Dedi Mulyadi.
Sehingga masyarakat Purwakarta dihebohkanya dan tak percaya kalo sosok Dedi Mulyadi bercerai.
Gugatan cerai yang dilayangkan Bupati Purwakarta itu bernomor register 1662/Pdt.G/2022/PA.Pwk. Penggugat atas nama Hj. Anne Ratna Mustika dan tergugat atas nama H. Dedi Mulyadi.
Baca Juga: Mengenal Pemimpin PKI Terakhir, DN Aidit: Kecil Islamis Besar Komunis
Penyebab dari perceraian masih belum diketahui hingga sampai saat ini. Keduanya belum memberikan keterangan.
Padahal kedua sosok tersebut pasangan humoris dan adem-adem aja jika ditanyakan kepada publik.
Seperti diketahui sosok Dedi Mulyadi meruapakan seorang ayah yang biasa dan kepala keluarga dari sang istri walaupun ia seorang Anggota DPR RI, dikutip Bantenraya.com dari berbagai sumber Rabu 21 September 2022.
Saat menjadi Bupati Purwakarta namanya makin populer karena program dan kebijakan-kebijakannya yang berbeda dengan bupati-bupati lainnya.
Ia menekankan cinta seni dan budaya lokal dengan menerapkan di lingkungan kerja dan sekolah, misalnya pembangunan taman seni, patung, hingga mengenakan pakaian adat sunda.
Dedi juga melarang guru memberikan pekerjaan rumah kepada murid-muridnya.
Baca Juga: 19 Tahun Berumah Tangga, Kang Dedi Mulyadi Digugat Cerai Bupati Purwakarta
Materi pelajaran akademis sebaiknya dituntaskan di sekolah, bukan dijadikan pekerjaan rumah atau tugas yang justru menjadi beban siswa setelah pulang sekolah.
Sosoknya memang unik. Itulah Dedi Mulyadi. Ia lahir di Subang, 11 April 1991 dari pasangan Sahlin Ahmad Suryana dan Karsiti. Masa kecil hingga remaja ia habiskan di kota kelahirannya.
Ia menempuh pendidikan di SD Sukabakti, SMPN Kalijadi, dan SMA Negeri Purwadadi.
Baca Juga: Publik Kaitkan Dewan Kolonel Ide Johan Budi dengan Dewan Jenderal, Sunggung Soal G30S
Untuk kuliah, ia memilih di Sekolah Tinggi Hukum Purnawarman, Purwakarta, Jawa Barat. Ia lulus kuliah pada usia 28 tahun.
Selama kuliah, Dedi juga aktif di berbagai organisasi kampus dan non-kampus. Ia menduduki posisi penting;
1. Ketua HMI Cabang Purwakarta,
2. Senat mahasiswa STH Purnawarman, Purwakarta,
3. Wakil Ketua DPC Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), yang kemudian berlanjut sebagai Sekretaris Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI).
Baca Juga: Apa Itu Hernia, Sakit yang Buat Anak Rizky Billar dan Lesti Kejora Harus Operasi
Selain itu, ia juga terjun ke partai politik. Pada tahun 1998, ia dipercaya sebagai Wakil Sekretaris Partai Golkar Kabupaten Purwakarta. Kariernya di Partai Golkar kian melejit.
Pada tahun 2001 ia menduduki kursi anggota DPRD Purwakarta dan menjadi ketua Golkar Purwakarta.
Dua tahun kemudian, ia ikut Pilkada menjadi wakil bupati berpasangan Lily Hambali. Pasangan ini terpilih menjadi bupati-wakil bupati Purwakarta periode 2003-2008.
Pada Pilkada berikutnya, Dedi maju sebagai calon bupati berpasangan dengan Dudung B. Supardi. Pasangan ini menang untuk periode 2008-2013.
Sukses Pilkada sebelumnya, ia raih kembali pada Pilkada 2013. Ia dinobatkan kembali menjadi bupati dengan pasangan Dadan Koswara periode 2013-2018.
Ini kedua kalinya Dedi menjadi bupati Purwakarta. Sukses di Purwakarta, ia juga terpilih sebagai Ketua Umum Golkar Jawa Barat, 2016-2021.***



















