BANTENRAYA.COM – Muhyidin merupakan Panglima Viking Cilegon saat ini. Sosok Muhyidin menjadi panutan para Vikung Cilegon.
Meskipun statusnya sebagai anggota kepolisian, siapa kira, ternyata Ipda Muhyidin juga berstatus sebagai Panglima Viking Cilegon.
Viking Cilegon sendiri merupakan komunitas supporter Persib Bandung yang ada di Kota Cilegon.
Ipda Muhyidin juga merupakan salah satu pendiri Viking Cilegon bersama beberapa rekannya.
Bukan tak khayal Ipda Muhyidin begitu mencintai klub sepakbola Persib Bandung.
Muhyidin kecil terlahir di Kota Kembang atau Bandung. Sosoknya selalu dikenalkan dengan sepakbola oleh lingkungannya semasa kecil.
Persib yang menjadi klub kebanggaan warga Bandung, telah dicintainya sejak kecil. Hingga dewasa dan bertugas sebagai anggota kepolisian di Kota Cilegon, nama Persib tetap melekat di hati Muhyidin.
Hingga akhirnya di tahun 2007 lalu, Ia bersama rekannya yanga merupakan perantau dari Bandung mendirikan komunitas Viking Cilegon.
Baca Juga: Ternyata Selama Ini Aldi Taher Jadi Sosok Dibalik Bjorka, Cek Faktanya!
“Saya asli Bandung. Mungkin sebelum lahir saya sudah suka Persib,” gurau Muhyidin saat Bantenraya.com membuka perbincangan terkait hobi Ipda Muhyidin beberapa waktu lalu.
Muhyidin yang kesehariannya bertugas di Korps Bhayangkara ini awalnya hanya menonton pertandingan Persib Bandung di Asrama Kepolisian bersama beberapa rekannya sekitar tahun 2005 lalu.
Seiring berjalannya waktu, Muhyidin sering dipertemukan dengan sesama perantau dari Jawa Barat yang juga mencintai Persib Bandung.
“Sekitar tahun 2005 saat itu di Cilegon ada klub Pelita Krakatau Steel yang bermain di level tertinggi Liga Indonesia. Namun, saat bermain supporternya tidak begitu banyak, kala itu Persib Bandung bermain melawan Pelita Krakatau Steel dan ternyata di Stadion Krakatau Steel penonton membludak sampai banyak yang tidak tertampung di Stadion,” kata Muhyidin mengingat awal mula pembentukan Viking Cilegon.
Baca Juga: Berikut Link Pendaftaran Non ASN 2022 Provinsi Banten, Begini Cara Registernya
Saat itu, ketika Pelita Krakatau Steel bertanding melawan klub Divisi Utama atau sekarang namanya Liga 1, penontonnya tidak ramai.
“Pas Persib yang tandang ke Cilegon penontonnya penuh, bahkan suppirter tuan rumah banyak yang tidak dapat tiket pada waktu itu,” ujarnya.
Mengingat banyaknya supporter Persib Bandung di Kota Cilegon, Muhyidin bersama beberapa rekannya berinisiatif menghubungi beberapa pentolan Bobotoh dari Bandung untuk pendirian Viking Cilegon sebagai wadah komunitas Supporter Persib.
“Saat itu saya ngebel (telepon) yang namanya Bosenk, untuk mendirikan Viking Cilegon syaratnya harus mendapat persetujuan empat distrik Viking, dan anggotanya mencukupi. Karena anggota kami banyak, jadi terbentuklah Viking Cilegon,” ungkapnya.
Baca Juga: Sindir kehidupan hedon anggota polisi, Nikita Mirzani semprot Najwa Shihab: Lama-lama kayak netizen!
Viking Cilegon resmi terbentuk pada 2007. “Saat itu peresmian dilakukan di Pantai Anyer oleh Panglima Viking almarhum Ayi Beutik,” ucapnya.
Hingga kini, Muhyidin sendiri menjabat sebagai Panglima Viking Cilegon. “Sekarang member resmi Viking Cilegon sekitar 600 orang, kalau sama simpatisan jumlahnya ribuan,” ucapnya.
Muhyidin juga membina para supporter muda untuk bersikap dewasa ketika mendukung tim kesayangan Persib Bandung.
“Kita bina anak-anak muda. Setiap acara anniversary, kita juga lakukan kegiatan sosial, biar supporter citranya tidak ribur melulu,” ungkapnya.
Baca Juga: Bareskrim Menyerahkan Berkas Perkara Brigadir J Kepada Kejagung
Di kalangan Viking Cilegon, Muhyidin sendiri lebih akrab dipanggil Babe. Baginya, beberapa momen pertandingan Persib Bandung akan selalu diingat.
“Saat Final Liga Indonesia 2014 melawan Persipura, saat itu main di Palembang dan Persib juara. Saya ngamanin supporter-supporter Bobotoh se-Pulau Jawa yang mau nyeberang ke Palembang, saya bantu untuk penyeberangan di Merak sampai kurang tidur, kita kawal semua,” ucapnya.
Babe juga pernah menjadi koordinator Bobotoh se-Banten untuk Final Piala Presiden 2015.
“Saat laga final, saya jadi koordinator Bobotoh se Banten, dari penjuru Banten, dari Malingping, Binuangeun, itu saya yang koordinir, ribuan orang,” akunya.
Baca Juga: Film Komedi Romantis Gendut Siapa Takut?! Tayang Serentak di Bioskop Mulai 22 September 2022
Meski memunyai hobi dalam dunia sepakbola, Muhyidin tetap mengutamakan pekerjaanya. “Sepakbola hanya hobi, tugas sebagai kepolisian itu yang utama,” tutyrnya.***



















