BANTENRAYA.COM – Pemerintah menaikkan harga BBM sejak Sabtu lalu, termasuk BBM bersubsidi.
Karena itu, sektor transportasi pun mengalami penyesuaian harga atau ongkos akibat kenaikan harga BBM ini.
Di terminal Kampung Rambutan, misalkan, harga tiket bus naik sehari setelah pemerintah menaikkan harga BBM.
Diketahui, harga BBM subsidi jenis Pertalite naik menjadi Rp10.000 per liter dari yang sebelumnya hanya Rp7650 per liter.
Baca Juga: Podsi Kabupaten Serang Matangkan Atlet Demi Bawa Pulang Emas di Porprov Banten
Harga BBM subsidi solar juga naik menjadi Rp6.800 per liter dari harga sebelumnya yang hanya Rp5.150 per liter.
Tidak hanya harga BBM subsidi yang naik. Harga BBM nonsubsidi juga ikut dinaikkan oleh pemerintah.
BBM nonsubsidi yang juga harganya naik adalah BBM jenis Pertamax menjadi Rp14.500 per liter dari harga sebelumnya Rp12.500 per liter.
Transportasi bus di terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur misalnya, menaikkan harga tiket bus antarkota antarprovinsi (AKAP).
Baca Juga: Intip 7 Profil Pahlawan Indonesia yang Gugur, Korban Kebiadaban G30S PKI 1965
Menurut Malik, petugas penjualan tiket Perusahaan Otobus (PO) Madu Krismo, harga tiket bus telah naik sejak hari Minggu, 4 September 2022.
Harga tiket bus mengalami kenaikan berkisar Rp30.000.
“Harga naik sejak kemarin (hari Minggu-red),” ujar Malik kepada Pikiran Rakyat.com disadur Bantenraya.com.
Dia menjelaskan harga jual tiket bus AKAP tujuan Surabaya sebelumnya dijual seharga Rp280.000 dan untuk tujuan Denpasar seharga Rp500.000.
Baca Juga: Pesan Tegas Rektor UIN SMH Banten Wawan Wahyuddin: Jangan Ada Perpeloncoan Sedikit Pun Saat PBAK
Malik menyebut kenaikan harga tiket imbas BBM yang naik membuat calon penumpang bus terkejut.
“Ada keluhan, penumpang kaget kemarin belum tahu. Terus dijelaskan karena harga BBM naik,” ujarnya.
Sementara, petugas penjualan tiket PO lainnya juga menyampaikan hal senada. Petugas penjualan tiket PO Bus Satoso bernama Defi, mengatakan harga tiket untuk tujuan Yogyakarta naik berkisar Rp20.000 dari tarif awal.
“Sebelumnya tiket Jakarta-Jogjakarta itu Rp200 ribu,” ujarnya.
Berdasarkan penuturan Defi, kenaikan harga tiket bergantung pada masing-masing PO.
Baca Juga: RESMI! SPBU Vivo Naikkan Harga BBM Jenis Revvo 89, Warganet: Intervensi?
Ada juga PO yang tidak menaikkan harga tiket.
Dia mencontohkan PO Indoren, tidak menaikkan harga tiket karena tarif Bus Double Deck.
“Soalnya ini kelas super, jadi tarifnya sedari awal Rp400 ribu,” tuturnya.
Sebelumnya artikel ini sudah tayang di Pikiran-Rakyat.com dengan judul “Harga Tiket Bus Ikutan Naik Imbas Kenaikan Harga BBM, Segini Tarifnya di Terminal Kampung Rambutan”.
(***)
Sumber: Pikiran-Rakyat.com
https://www.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-015440619/harga-tiket-bus-ikutan-naikimbas-kenaikan-harga-bbm-segini-tarifnya-di-terminal-kampung-rambutan?page=2



















