BANTENRAYA.COM – Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka mengaku persoalan anggota paspampres pukul sopir truk di Solo belum tuntas.
Gibran tak terima warganya diperlakukan demikian oleh anggota Paspampres dan siap ‘buat perhitungan’.
Tak hanya itu, Gibran yang notabene anak sulung Presiden Joko Widodo ini tak puas dengan penyelesaian yang dilakukan oleh anggota Paspampres tersebut.
Baca Juga: Nolnya Banyak! Simak Nilai Harta Kekayaan Prabowo Subianto yang Kembali Maju Menjadi Capres
Menurutnya, anggota Paspampres tersebut menyampaikan permintaan maaf karena persoalan tersebut sudah kadung viral.
Ia menegaskan, tak seharusnya kejadian tersebut terjadi terlebih anggota Paspampres tersebut tidak sedang melakukan pengawalan.
Demikian dikutip Bantenraya.com dari berita Pikiran-rakyat.com dengan judul “Gibran Tak Puas dengan Pernyataan Paspampres yang Hajar Sopir Truk: Mereka Minta Maaf karena Viral!”
Baca Juga: Gampang! Cara Melihat Puncak Hujan Meteor Perseid yang Hiasi Langit Indonesia Mulai Malam Ini
“Ya lihat aja lah nanti, ya saya sih nggak terima warga saya digituin, dia nggak salah. Dia, Paspampresnya juga tidak dalam posisi mengawal siapa-siapa,” ujar Gibran.
Sementara terkait nasib si anggota Paspampres, putra sulung Presiden Jokowi itu mengatakan menyerahkan sepenuhnya kepada komandan.
“Itu bagaimana komandannya,” ucap Gibran Rakabuming Raka.
Baca Juga: Bongkar! Kepala 303 Jadi Kunci Runtuhnya Semua Pimpinan Dalam Kasus Tewasnya Brigadir Joshua
“Saya takut bapaknya terintimidasi, (ganti rugi) sudah diurus,” ujarnya menambahkan.
Sebelumnya, anggota Paspampres terlibat kasus penganiayaan terhadap seorang sopir truk di lampu merah pertigaan Manahan Solo pada Selasa, 9 Agustus 2022.
Kejadian itu terungkap berawal dari cerita seorang netizen di media sosial terkait sang ayah yang dihajar oleh sejumlah anggota Paspampres.
Berawal dari sang ayah yang mengemudikan truk di belakang bis dan rombongan motor karena lampu sudah hijau, lalu tiba-tiba ada mobil Paspampres yang ‘nyelonong’ melanggar lampu merah dari arah samping.
Bis di depan sudah lewat lebih dulu, sedangkan rombongan motor mengklakson mobil tersebut tapi mereka tetep nekat melintas hingga akhirnya justru mengenai bagian bak samping truk.
Merasa tertabrak dan ada kerusakan, sopir truk kemudian menepi dan berhenti diikuti oleh mobil Paspampres.
Baca Juga: Prabowo Subianto Maju Capres 2024, Segini Pengikutnya di Instagram
Pada saat sopir truk turun, datang 3 orang pria berseragam Paspamres turun dari mobil dan langsung melayangkan pukulan tanpa berkata apapun.
Dua orang kernet sopir truk pun juga turut dipukuli, dan setelah itu baru mengatakan minta ganti rugi.
Merasa takut, si sopir kemudian meminta maaf dan mempersilakan anggota Paspampres untuk menahan apapun yang dimilikinya.
Baca Juga: LInk Nonton Big Mouth Episode 6 Sub Indo, Lengkap dengan Sinopsis dan Jadwal Tayang
Akhirnya SIM si sopir truk ditahan, sedangkan yang bersangkutan mengalami memar di bagian kepala akibat tindakan tersebut.
Setelah cerita tersebut viral, anggota Paspampres yang melakukan penganiayaan akhirnya menyampaikan permintaan maaf di hadapan awak media.
Pria yang mengenakan masker tersebut kemudian didatangi Gibran Rakabuming Raka yang tampak tak bisa membendung amarahnya.
Baca Juga: Lirik Mars Pramuka, Nyanyikan saat HUT Praja Muda Karana 14 Agustus 2022
Dia tanpa banyak bicara langsung menarik dan melepaskan masker yang digunakan anggota Paspampres tersebut agar wajah pelaku terpampang jelas.
Setelah itu, anggota Paspampres kemudian menyampaikan permintaan maafnya di hadapan para wartawan.
“Saya mengakui saya salah, saya minta maaf atas kesalahan saya dan tidak akan mengulangi kesalahan saya. Saya meminta maaf kepada bapak yang saya pukul dan keluarganya, karena perbuatan saya mungkin menyakiti hati. Kepada warga solo, saya minta maaf,” tuturnya.
Baca Juga: Arti Lirik Lagu Sikok Bagi Duo dalam Bahasa Indonesia yang Sedang Viral di TikTok
Anggota Paspampres itu juga mengakui bahwa mobilnya menyerobot lampu merah padahal kendaraan di depan sudah padat.
Selain itu, dia juga mengaku telah mengembalikan SIM milik sopir truk dan sudah menemuinya secara langsung.
“Kalau itu saya mengaku salah, saya khilaf, kalau SIM-nya itu sama rental sudah komunikasi lebih lanjut. SIM sudah dikembalikan untuk bapaknya, sudah bertemu sama yang bersangkutan,” ujarnya.*** (Eka Alisa Putri/Pikiran-rakyat.com)


















