BANTENRAYA.COM – Pemerintah Kota atau Pemkot Serang akan mengalokasikan anggaran sebanyak Rp 200 juta untuk setiap kelurahan atau 67 kelurahan se Kota Serang.
Anggaran Rp 200 juta per kelurahan itu dialokasikan untuk percepatan penurunan stunting di Kota Serang.
Saat ini, angka stunting di Kota Serang sebanyak 1800-an, atau jika dipersentasikan mencapai 23,4 persen atau urutan keempat dari delapan kabupaten kota se Banten.
Baca Juga: 10 Link Twibbon Girlfriend Day 1 Agustus 2022, Desain Serasi dan Cocok Dibagikan di Media Sosial
Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting atau TPPS Kota Serang yang juga Sekretaris Daerah Kota Serang Nanang Saefudin mengatakan, pihaknya telah mengalokasikan anggaran ke beberapa OPD untuk menekan penurunan angka stunting.
Tak hanya itu, pihaknya juga akan mengalokasi sekitar Rp 50 juta khusus untuk penanganan stunting bagi masing-masing kelurahan. Anggaran tersebut berasal dari APBD untuk tahun 2023 mendatang.
“Total untuk kelurahan kita alokasikan Rp 200 juta, dan Rp 50 juga diantaranya khusus untuk penanganan stunting,” ujar Nanang Saefudin, kepada Bantenraya.com, Minggu 31 Juli 2022.
Nanang Saefudin menerangkan, penanganan khusus akan dilakukan di Kecamatan Kasemen, sebab stunting paling banyak ditemukan di Kasemen.
“Jumlah relatif paling banyak di Kasemen dengan tidak mengabaikan kecamatan lainnya,” terang dia.
Untuk langkah pertama, kata Nanang Saefudin, tentu perencanaan yang baik, sebab penanganan stunting masalah ekonomi yang berpengaruh terhadap pemberian gizi.
Baca Juga: Terbaru! 15 Link Twibbon National Girlfriend Day 2022, Desain Terbaru, Romantis dan Kekinian
“Ini harus ada pemberdayaan bagaimana masyarakat secara ekonomi mampu melaksanakan kewajiban memberikan asupan gizi,” jelasnya.
Nanang Saefudin mengungkapkan, intervensi percepatan penurunan stunting ini ditarget 2024 berkurang.
“Ya pokoknya 2024 Kota Serang diharapkan 14 persen, saya pengennya kurang dari 14 persen,” harap Nanang Saefudin.***


















