BANTENRAYA.COM – Sejumlah jamaah haji Indonesia yang melaksanakan ibadah haji di tanah suci Mekkah diserang batuk berjamaah atau batuk bersama.
Para jamaah haji yang terserang batuk, pada saat mereka melaksanakan sholat subuh. Masjid tersebut di kawasan hotel tempat jamaah haji menginap.
Fenomena batuk berjamaah hampir merata di tempat berkumpul jamaah terutama di masjid-masjid. Penyakit batuk terjadi pascapuncak haji.
Baca Juga: One Piece Episode 1026 Sub Indo, Berikut Link Nonton Gratis, Spoiler dan Jadwal Tayang
Abdurrahman (39) jamaah haji asal Makassar mengaku, terserang batuk dan flu yang tidak kunjung reda, meski sudah diberi obat oleh dokter yang siaga di hotel tidak jauh dari tempatnya menginap.
Pemicu batuk terjadi, kata dia, karena minum air dingin saat cuaca terik, dan kelelahan karena mobilitasnya dari hotel ke masjid untuk ibadah.
“Sudah dua hari kena batuk, flu. Mungkin karena cuaca,” kata Abdurrahman, dikutip Bantenraya.com, dari website Kemenag RI, Senin 19 Juli 2022.
Pakayanto (62), jamaah haji asal Papua kloter 17 mengaku, sudah beberapa hari terkena batuk dan flu. Salah satu pemicunya, karena minum air dingin, sehingga mengakibatkan radang tenggorokan.
“Sudah tiga hari lebih batuk dan flu, mungkin karena cuaca dan minum air dingin,” kata Pakayanto.
Baca Juga: 10 Universitas Swasta Terbaik di Indonesia tahun 2022, Minat Mendaftar?
Nurnis (64) jamaah haji asal Jambi menuturkan, sudah lima hari mengalami sakit flu dan batuk. Ia bercerita, bila ada satu jamaah batuk, jamaah lain ikut batuk.
“Kalau jamaah lainnya berhenti batuk, maka batuknya juga berhenti, terutama saat di masjid, saya jadi heran sendiri,” tuturnya.
Koordinator Emergency Medical Team (EMT) bertugas di Klinik Kesehatan Haji Sektor 3, Dr Donny Mulizar mengatakan, saat ini rata-rata jamaah mengalami sakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dengan gejalanya meliputi hidung mampet, baik di sinus hidung atau paru-paru, pilek, batuk, sakit tenggorokan, pegal-pegal, dan kelelahan.
“Setiap jamaah yang berkonsultasi karena mengalami sakit ISPA kita berikan obat untuk dua hari, bila belum reda, kita berikan lagi. Memang obat yang diberikan ke jamaah tidak untuk tiga hari sekaligus, selain karena keterbatasan obat, juga jamaah cenderung tidak menghabiskan obat itu bila sudah sembuh, sisa obatnya terbuang,” terangnya.
Baca Juga: Kapan Tahun Baru Islam 1444 Hijriah? Simak Penjelasan Lengkapnya di Sini
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta, jamaah menjaga kesehatan dan tidak memforsir diri. Batuk terjadi karena jamaah cenderung mengalami kelelahan setelah menjalani prosesi puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
“Kita semua lelah setelah menjalani puncak ibadah haji. Sebab, haji memang ibadah fisik. Untuk itu, pascaarmuzna, saya harap jamaah fokus menjaga kesehatan,” pesan Menag di Jeddah. *

















