BANTENRAYA.COM – Camat Carenang Arif Roikhan dibantu para stafnya menyulap lahan tempat pembuangan sampah dan semak-semak belukar menjadi kolam bioflok untuk budidaya ikan nila. Terdapat 10 kolam bioflok di lahan ukuran 7×30 meter persegi tersebut dan sudah ditebar benih ikan nila sebanyak 25.000 ekor.
Arif mengatakan, pembuatan kolam bioflok bermula dari keprihatinannya melihat aset Pemkab Serang yang hanya dijadikan tempat pembuangan sampah dan tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya. “Masyarakat harus dikasih contoh tentang budidaya ikan dan ini contoh yang kami berikan kepada masyarakat,” ujar Arif, Senin 11 Juli 2022.
Ia mengungkapkan, biaya pembuatan kolam bioflok tersebut seluruhnya menggunakan uang pribadi dan tidak menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), namun keuntungan yang akan didapat akan dimanfaatkan untuk membantu penanganan stunting, untuk rehab kantor kecamatan, dan untuk operasional sfat kecamatan.
“Biayanya lumayan, benihnya kita beli dari Subang, Jawa Barat dan untuk pakan kita sudah ada stok 2 ton. Budidayanya dimulai bulan Mei dan mudah-mudahan bulan September sudah bisa panen. Karena air di Ceranang ini kurang bagus kita pakai air dari irigasi Pamarayan,” katanya.
Mantan Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Serang itu memiliki mimpin Kecamatan Carenang bisa menjadi pusat perikanan di Kabupaten Serang walaupun tidak ada potensi air. “Saya berharap ke depan semua desa bisa membuat kolam bioflok ini untuk ketahanan pangan, kalau sekarang saya sarankan jangan dulu sebelum melihat hasil dari kolam bioflok yang kami buat,” tuturnya.
Baca Juga: Arema FC Buka Peluang Hattrick Juara Piala Presiden
Arif menilai budidaya ikan dalam kolam bioflok sangat luar biasa untuk meningkatkan ketahanan pangan dan memiliki kelebih dibanding kolam semen. “Keunggulan kolam bioflok padat tebar 100 sampai 150 ekor per meter kubik, tidak memerlukan lahan yang luas dan tidak perlu ganti air sampai panen,” ungkapnya.***


















