BANTENRAYA.COM – Dinas Perindustrian dan Perdagangan atau Disperindag Kota Cilegon akan mengoperasikan Pasar Bunder di Kelurahan Tegal Bunder, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon.
Bangunan pasar tersebut telah mangkrak sekitar enam tahun.
Kepala Disperindag Kota Cilegon Syafrudin mengatakan, Pasar Bunder akan dioperasikan kembali secepatnya. Di mana, saat ini di sekitar Pasar Bunder juga terdapat pasar yang dimiliki perorangan.
“Kita sudah rapatkan sama camat (Camat Purwakarta Ikhlasin Nufus) sama lurah (Lurah Tegal Bunder Muftadi), karena itu kan mengganggu jalan di situ (Jalan Pabean), macet gitu,” kata Syafrudin kepada Banten Raya, Senin, 11 Juli 2022.
Baca Juga: Dulu Diperbolehkan, Kini Presiden Jokowi Minta Warga Pakai Masker di Dalam dan Luar Ruangan
Dikatakan Syafrudin, Pasar Bunder yang menempati lahan perorangan, sebelumnya dikelola oleh Koeprasi Karya Bhakti Mandiri. Koperasi Karya Bhakti Mandiri menyerahkan pengelolaan Pasar Bunder ke Disperindag Kota Cilegon.
“Saya bilang ke lurah, agar dikelola masyarakat saja. Itu memang kondisinya bagus, parkir luas, tidak memakan jalan,” kata Syafrudin.
Pria yang juga Pelaksana Tugas Asisten Daerah atau Asda III Setda Kota Cilegon ini mengatakan, Pasar Bunder saat ini hanya beroperasi pada Rabu sama Jumat saja setiap pekannya.
Baca Juga: Pria di Lebak Ini Mengaku Sebagai Dewa Matahari, Larang Warga Sholat hingga Menghina Nabi Muhammad
Jika Pasar Bunder terus berkembang dan ekonomi berjalan baik, bisa saja ke depan beroperasi setiap hari.
“Rencananya akan kita gratiskan saja sewanya, paling hanya retribusi kebersihan saja. Ini untuk masyarakat,” ucapnya.
Syafrudin menjelaskan, pengelolaan rencananya akan dilakukan masyarakat melalui Kelompok Masyarakat atau Pokmas. Saat ini, pihaknya bersama Lurah Tegal Bunder sedang melakukan upaya persuasif untuk memindahkan pedagang dari Pasar Bunder yang saat ini, ke Pasar Bunder yang baru.
“Lokasinya berdekatan, antara pasar yang saat ini ke pasar yang baru. Total saat ini ada sekitar 70 sampai 100 pedagang yang berjualan, di Pasar Bunder yang baru daya tampungnya sangat mencukupi,” ungkapnya.
Baca Juga: 3 Perubahan Geopolitik Seismik yang Terjadi Akibat Konflik Rusia dan Ukraina
Terpisah, Lurah Tegal Bunder Muftadi mengatakan, saat ini pihaknya terus melakukan komunikasi persuasif dengan para tokoh masyarakat serta pedagang di Pasar Bunder guna memindahkan Pasar Tegal Bunder.
“Mudah-mudahan upaya kita berhasil dan Pasar Bunder menempati tempat yang layak, pedagang dan pembeli akan nyaman,” ucapnya.
Muftadi menambahkan, pengelolaan Pasar Bunder nantinya sepenuhnya akan diserahkan ke masyarakat.
“Kami upayakan pedagang gratis dulu tidak dipungut biaya sewa, paling hanya retribusi sampah. Kami akan komunikasi dengan RT, RW setempat, Pokmas dan juga Karang Taruna Tegal Bunder untuk pengelolaanya. Nanti semua masyarakat yang mengelola, baik kebersihan, parkir atau yang lainnya,” ucapnya.*


















