BANTENRAYA.COM – Pemprov Banten berencana mulai menerapkan sekolah metaverse untuk tingkat SMA pada tahun ini atau tahun ajaran baru 2022-2023.
Saat ini, mereka sedang menyiapkan segala kebutuhan dan aturan teknis untuk penerapan sekolah metaverse.
Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar mengatakan, pihaknya ingin memberikan terobosan dalam dunia pendidikan di Banten, salah satunya dengan menggagas sekolah metaverse.
Baca Juga: CATAT! Berikut 5 Tipe Orang yang Harus Ada di Circle Kalian, Salah Satunya The Grateful
Metode pembelajaran tersebut disiapkan sebagai solusi atas banyaknya siswa yang tak tertampung di SMA atau SMK negeri.
“Kita harus punya solusi. Bayangkan yang tidak diterima PPDB (penerimaan peserta didik baru) besar sekali volumenya, minimal kita memberi solusi,” ujarnya di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Kamis 7 Juli 2022.
Mantan pejabat fungsional di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) itu menuturkan, terkait hal tersebut saat ini pihaknya sedang mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan.
Baca Juga: TAMAT! Link Nonton Virgin Mom Episode 10, Apakah Naya dan Bayinya Akan Selamat?
Persiapan itu baik dari perangkatnya, platform hingga aturan teknis pendukung lainnya seperti subsidi perangkat keras dan pulsa.
“Mudah-mudahan ini bisa menjawab masyarakat untuk bisa mendapatkan hak konstitusionalnya atas kesempatan mengikuti pendidikan secara murah kalau perlu gratis,” katanya.
“Lagi Saya formulakan, mungkin masih ada beberapa hal teknis untuk memastikan itu untuk aspek regulasi dan harap-harapan bersama,” ungkapnya.
Baca Juga: Idul Adha Dua Hari Lagi, Penjualan Hewan Kurban di Cilegon Masih Lesu
Dalam penerapannya, lanjut Al, sekolah metaverse sudah bisa diterapkan pada tahun ini atau tahun ajaran baru 2022-2023.
Ada 14 sekolah unggulan yang disiapkan sebagai proyek percontohan, namun Ia enggan memaparkan sekolah mana saja yang dimaksud.
“Mudah-mudahan tahun ajaran ini. Beberapa SMA unggulan yang akan insert agenda kerja digitalisasi, penamaannya masih kita formulakan juga,” ucapnya.
“Namanya baru, perlu ada penyesuaian mutasi teknis terutama platform digital dan proses pembelajaran,” ungkapnya.
Al meyakini, penerapan sekolah metaverse bisa berjalan dengan baik.
Hal tersebut mengacu dari pelaksanaan sekolah online yang dilakukan sekitar 2,5 tahun selama masa pandemi Covid-19 di Banten yang berjalan dengan baik.
Baca Juga: Sinopsis Eve Episode 12 sub Indo: Seo Eun Pyung Ungkap Kebenaran Tentang Kim Sun Bin
“Untuk sekolah tingkat SMA berjalan secara online digitalisasi yang endingnya kita sebut metaverse, sehingga saudara-saudara kita untuk bisa punya kesempatan mengikuti pendidikan di SMA,” katanya.
“Kita akan review beberapa hal terhadap konten bahwa dia online, nanti kita kasih tahu setelah launching,” tuturnya.
Disinggung apakah langkah tersebut akan membuat sekolah swasta semakin gigit jari karena akan kesulitan mendapat siswa, Al membantahnya.
Baca Juga: MUDAH DIHAFAL! Niat Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah, Lengkap Tulisan Arab, Latin dan Artinya
Menurutnya, metode tersebut membuka jalan baru bagi sekolah swasta dalam pengembangannya.
“Bisa juga swasta menyiapkan hal sama, harusnya kita mengikuti perkembangan teknologi,” paparnya.
“Swasta juga sebaiknya seperti itu, kita akan pandu dan cari solusi yang terbaik. Ini memenuhi harapan masyarakat, harus bersama melakukan itu,” ujarnya.
Baca Juga: DJ Khaled Akan Rilis Album Berjudul GOD DID, Ungkapan Syukur Kepada Allah SWT
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten Tabrani mengatakan, secara umum jumlah lulusan SMP sederajat di Banten berdasarkan data pokok pendidikan (dapodik) berjumlah 229 ribu.
Meski demikian, daya tampung atau kuota SMA/SMK Negeri di Banten pada PPDB kali ini berjumlah sekitar 86 ribu dari 161 sekolah.
“Daya tampungnya untuk SMA/SMK lebih kurang 86 ribu, selebihnya peran sekolah swasta,” tuturnya. ***

















