BANTENRAYA.COM – Indonesia menjadi Presidensi G20 dan menjadi penyelanggara G20 pada 1 Desember 2021.
Dikutip Bantenraya.com dari akun Instagram @kemnaker, Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Anwar Sanusi mengatakan, ada 4 isu fokus yang disampaikan pada Presidensi G20.
Ke 4 isu tersebut akan digulirkan dalam pertemuan Presidensi G20.
Baca Juga: Kapan Kartu Prakerja Gelombang 33 Dibuka? Berikut Penjelasan dengan Syarat dan Cara Daftarnya
India sendiri sangat mendukung Indonesia dalam menyukseskan Presidensi G20 Indonesia 2022.
“Kita akan mengusung tema bagaimana meningkatkan kondisi ketenagakerjaan untuk pulih secara bersama,” katanya melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker.
Tema-tema yang dibahas menyebutkan bahwa India sangat menyetujui dan kontekstual dengan kondisi ketenagakerjaan yang ada saat ini.
Baca Juga: Download Link Novel Melur Untuk Firdaus Versi PDF Yang Berjudul My Rude Wife
India sangat mengapresiasi semua persiapan Presidensi G20 Indonesia, terutama pada Kelompok Kerja Ketenagakerjaan atau Employment Working Group (EWG).
“Tentu kita harus terus menjalin komunikasi dengan negara-negara G20 untuk bisa menyelenggarakan working group secara nyata,” ungkapnya.
“Serta menyelesaikan agenda yang akan menjadi deklarasi menteri dan buruh pada September 2022,” pungkas Anwar.
Baca Juga: Stok Obat Menipis, Kasus Penyakit Mata dan Kuku di Kabupaten Serang Terus Meluas
Anwar mengungkapkan, adapun 4 isu yang dibawa dalam Presidensi G20 adalah mulai dari isu yang terkait untuk memberikan afirmatif kepada para penyandang disabilitas, pemberdayaan UMKM.
Kemudian peningkatan SDM dengan mengoptimalkan pelatihan vokasi berbasis komunitas, dan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dalam dunia kerja yang baru.
“Empat isu ini, India sangat setuju dan akan menjadi kajian bagi mereka ketika menjadi tuan rumah pada Presidensi G20 India 2023,” paparnya.
Baca Juga: Bocoran Melur Untuk Firdaus Episode 11: Firdaus Janji Tidak Akan Membawa Dee Kerumahnya Lagi
Forum G20 terdiri dari 20 negara yaitu AS, Argentina, Brasil, Australia, Kanada, Meksiko, Turki, Indonesia, Korea Selatan, Jepang, China, Jerman, Inggris, India, Arab Saudi.
Afrika Selatan, Italia, Indonesia, Prancis, Rusia, ditambah Uni Eropa. Indonesia juga menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang menjadi anggota G20.
Secara umum, G20 menjadi representasi perekonomian dunia dan memiliki posisi strategis.
Baca Juga: Jenazah Eril Dikebumikan Hari Ini, Simak Adab Dalam Berziarah Kubur
Negara-negara yang tergabung di G20 ini menguasai 85 persen PDB dunia, 80 persen investasi global, 75 persen perdagangan dunia, dan 66 persen populasi dunia.
Sejak awal terbentuknya G20, Indonesia telah menjadi anggota pertemuan Forum pada 1999.
Kemudian pada 2008, Presiden Indonesia untuk pertama kalinya diundang dalam KTT G20 di Amerika Serikat dan ditetapkan sebagai Presidensi G20 Tahun 2022. ***


















